Rapimnas APTI Dukung Pemimpin Pro Petani Tembakau Jadi Presiden
Jum'at, 01 Juli 2022 - 01:21 WIB
loading...
A
A
A
"Maka dari itu, sejak awal menjabat, kami nobatkan beliau sebagai Senopati Tembakau Jawa Tengah, sampai saat ini," ungkapnya.
Kebijakan itu, menurut Agus, banyak menguntungkan petani tembakau Jateng. DBHCHT yang dikembalikan ke petani, digunakan lagi untuk dapat meningkatkan kualitas panenan. Bentuknya seperti sarana prasarana dasar di antaranya pupuk, alat rajang dan kendaraan roda tiga. Hal itu akan mengatrol harga daun tembakau.
Apa yang dirasakan petani tembakau di Jateng, rupanya membikin iri petani-petani tembakau lain di luar Jawa Tengah. Menurutnya, hal inilah yang mengemuka di Rapimnas APTI 2022, dan diikrarkan oleh pengurus dari 15 provinsi penghasil tembakau.
Oleh karena itu, APTI mendorong pemimpin seperti Ganjar lah yang dibutuhkan untuk memimpin Indonesia. "Watak satriya ketika sudah berkomitmen dan kepeduliannya, ketika bisa didorong ke istana, nantinya kami yakin terkait kebijakan (tembakau) masih akan meminta masukan (dari petani) serta akan lebih luas efeknya dan mengayomi," pungkas Agus.
Selain soal kepemimpinan Nasional, Rapimnas APTI juga memutuskan lima rekomendasi, yaitu.
1. Mendorong pemerintah RI mempercepat pengaturan impor tembakau.
2. Meminta pemerintah RI menerbitkan perlindungan tata niaga nasional.
3. Mendorong peningkatan kualitas bahan baku, melalui pengembalian DBHCHT minimal 50 persen ke daerah.
4. Petani tembakau menolak revisi PP Nomor 109 Tahun 2012.
5. Menolak kenaikan cukai tembakau.
Kebijakan itu, menurut Agus, banyak menguntungkan petani tembakau Jateng. DBHCHT yang dikembalikan ke petani, digunakan lagi untuk dapat meningkatkan kualitas panenan. Bentuknya seperti sarana prasarana dasar di antaranya pupuk, alat rajang dan kendaraan roda tiga. Hal itu akan mengatrol harga daun tembakau.
Apa yang dirasakan petani tembakau di Jateng, rupanya membikin iri petani-petani tembakau lain di luar Jawa Tengah. Menurutnya, hal inilah yang mengemuka di Rapimnas APTI 2022, dan diikrarkan oleh pengurus dari 15 provinsi penghasil tembakau.
Oleh karena itu, APTI mendorong pemimpin seperti Ganjar lah yang dibutuhkan untuk memimpin Indonesia. "Watak satriya ketika sudah berkomitmen dan kepeduliannya, ketika bisa didorong ke istana, nantinya kami yakin terkait kebijakan (tembakau) masih akan meminta masukan (dari petani) serta akan lebih luas efeknya dan mengayomi," pungkas Agus.
Selain soal kepemimpinan Nasional, Rapimnas APTI juga memutuskan lima rekomendasi, yaitu.
1. Mendorong pemerintah RI mempercepat pengaturan impor tembakau.
2. Meminta pemerintah RI menerbitkan perlindungan tata niaga nasional.
3. Mendorong peningkatan kualitas bahan baku, melalui pengembalian DBHCHT minimal 50 persen ke daerah.
4. Petani tembakau menolak revisi PP Nomor 109 Tahun 2012.
5. Menolak kenaikan cukai tembakau.
(thm)
Lihat Juga :