Profil Muhidin Mohamad Said, Wakil Ketua Banggar DPR yang Ambruk dalam Rapat Paripurna
Kamis, 30 Juni 2022 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar mengungkapkan, berdasarkan informasi dari dokter medik, Muhidin memiliki penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. "Info dari dokter bagian pelayanan medik beliau ada hypertensi. Saat ini sudah diobservasi lebih lanjut oleh klinik kami," kata Indra kepada wartawan, Kamis (30/6/2022).
Lalu bagaimana sosok Muhidin Mohamad Said? Berikut ini profilnya. Melansir laman resmi DPR, Muhidin merupakan anggota Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) mewakili daerah pemilihan Sulawesi Tengah. Pria yang lahir di Soppeng, 7 Oktober 1950 ini memulai pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat pada tahun 1958-1964. Lalu ia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 2 Palu dan lulus pada tahun 1967. Setelahnya, Muhidin bersekolah di SMA Negeri 1 Palu, lulus pada 1970.
Muhidin meneruskan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako. Di sini ia mulai aktif berorganisasi dan menggeluti bidang politik. Pada saat menjadi mahasiswa, Muhidin bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Palu sebagai Bendahara Umum. Setelah lulus, Muhidin kemudian bergabung di organisasi sayap kepemudaan Partai Golkar.
Baca juga: Ambruk di Ruang Rapat Paripurna, Wakil Ketua Banggar Dapat Cokelat dari Puan Maharani
Pada 1982-1985, Muhidin diamanatkan menjadi Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tengah. Selanjutnya, dia menjadi ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Tengah pada tahun 1985-1990.
Lalu bagaimana sosok Muhidin Mohamad Said? Berikut ini profilnya. Melansir laman resmi DPR, Muhidin merupakan anggota Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) mewakili daerah pemilihan Sulawesi Tengah. Pria yang lahir di Soppeng, 7 Oktober 1950 ini memulai pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat pada tahun 1958-1964. Lalu ia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 2 Palu dan lulus pada tahun 1967. Setelahnya, Muhidin bersekolah di SMA Negeri 1 Palu, lulus pada 1970.
Muhidin meneruskan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako. Di sini ia mulai aktif berorganisasi dan menggeluti bidang politik. Pada saat menjadi mahasiswa, Muhidin bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Palu sebagai Bendahara Umum. Setelah lulus, Muhidin kemudian bergabung di organisasi sayap kepemudaan Partai Golkar.
Baca juga: Ambruk di Ruang Rapat Paripurna, Wakil Ketua Banggar Dapat Cokelat dari Puan Maharani
Pada 1982-1985, Muhidin diamanatkan menjadi Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tengah. Selanjutnya, dia menjadi ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Tengah pada tahun 1985-1990.
Lihat Juga :