Angka Stunting Masih Tinggi, Jubir Perindo: Bonus Demografi Indonesia Tahun 2030 Terancam
Kamis, 30 Juni 2022 - 18:37 WIB
loading...
Juru Bicara Nasional DPP Partai Perindo, Ike Suharjo mengatakan meskipun setiap tahun angka stunting mengalami penurunan akan tetapi angka stunting di beberapa daerah dari berbagai provinsi masih tergolong tinggi, yaitu di atas 30-40%. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terjadi penurunan angka stunting dari 27,7% pada 2019 menjadi 24,4% pada tahun 2021. Hal tersebut menunjukkan bahwa implementasi dari kebijakan pemerintah dalam mendorong percepatan penurunan stunting di Indonesia telah memberi hasil yang cukup baik.
Juru Bicara Nasional DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Ike Suharjo mengatakan meskipun setiap tahun angka stunting mengalami penurunan akan tetapi angka stunting di beberapa daerah dari berbagai provinsi masih tergolong tinggi, yaitu di atas 30-40%. Jika dalam beberapa tahun ke depan, angka stunting tidak menunjukkan angka penurunan secara signifikan maka akan mengancam bonus demografi di Indonesia. Baca juga: Parpol Bertebaran, Pengusaha Ini Beberkan Alasan Pilih Gabung Partai Perindo
Ike menjelaskan bonus demografi adalah sebuah fenomena saat penduduk usia produktif jumlahnya sangat banyak dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif. Ia memprediksi puncak bonus demografi di Indonesia terjadi pada tahun 2030. Sehingga jika angka stunting masih tinggi, maka bonus demografi akan sia-sia dan tidak bisa dimanfaatkan dengan baik lantaran penduduk bertambah banyak namun mereka tidak produktif, kemudian sakit-sakitan dan relatif miskin.
"Selain kurangnya asupan gizi dan vitamin yang baik, anak-anak yang mengalami stunting salah satunya akibat dari perkawinan usia dini dan mempunyai banyak anak dengan jarak kelahiran yang berdekatan," ujar Ike kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (30/6/2022).
Juru Bicara Nasional DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Ike Suharjo mengatakan meskipun setiap tahun angka stunting mengalami penurunan akan tetapi angka stunting di beberapa daerah dari berbagai provinsi masih tergolong tinggi, yaitu di atas 30-40%. Jika dalam beberapa tahun ke depan, angka stunting tidak menunjukkan angka penurunan secara signifikan maka akan mengancam bonus demografi di Indonesia. Baca juga: Parpol Bertebaran, Pengusaha Ini Beberkan Alasan Pilih Gabung Partai Perindo
Ike menjelaskan bonus demografi adalah sebuah fenomena saat penduduk usia produktif jumlahnya sangat banyak dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif. Ia memprediksi puncak bonus demografi di Indonesia terjadi pada tahun 2030. Sehingga jika angka stunting masih tinggi, maka bonus demografi akan sia-sia dan tidak bisa dimanfaatkan dengan baik lantaran penduduk bertambah banyak namun mereka tidak produktif, kemudian sakit-sakitan dan relatif miskin.
"Selain kurangnya asupan gizi dan vitamin yang baik, anak-anak yang mengalami stunting salah satunya akibat dari perkawinan usia dini dan mempunyai banyak anak dengan jarak kelahiran yang berdekatan," ujar Ike kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (30/6/2022).
Lihat Juga :