Muhammadiyah Luncurkan Layanan Psikolog Gratis Warga Terdampak Corona
Minggu, 26 April 2020 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Alat ini dibuat karena program preventif promotif dan kuratif yang muncul di lapangan untuk mengukur seberapa besar risiko masyarakat terpapar virus serta kondisi psikologis masyarakat. Alat ini juga dapat digunakan para relawan untuk memudahkan mereka memetakan kondisi masyarakat terkait risiko terpapar virus dan risiko kecemasan.
“Jika ditemukan indikasi risiko dan kecemasan tinggi maka kita bisa lakukan sisi kuratif dengan memberikan konseling bagi yang cemas tinggi serta segera merujuk kepada Puskesmas/RS terdekat bagi yang risiko tinggi terpapar virus. Ini sekaligus dapat menjadi inisiasi untuk melakukan preventif dan promotif di titik-titik mana yang dibutuhkan, sehingga akan dapat terpantau segera,” ujar Psikolog LDP MCCC Ratna Setiyani.
Sikuvid dan Sikevid ini disusun oleh Ratna Yunita Setiyani Subardjo, Psikolog yang merupakan Koordinator Layanan Dukungan Psikososial MCCC PP Muhammadiyah dan didukung oleh Budi Santoso, Ugung Dwi Ario W, Psikolog UM Purwokerto, dengan melibatkan Professional Judgement (Elli Nur Hayati Psikolog (UAD), Lusi Nuryanti, Psikolog (UMS), M. Salis Yuniardi, Psikolog (UM Malang)).
“Jika kami membuat skala uji coba sendiri kami butuh waktu lebih lama, sehingga tentu tidak akan sesuai dengan tujuan semula karena masyarakat sudah menunggu adanya sebuah alat yang dapat dipakai oleh para relawan,” ujarnya.
Uji validitas dari Sikevid, menggunakan panduan PPDGJ dengan merujuk referensi Scully tentang tanda-tanda kecemasan. Sedangkan untuk item pertanyaan tetap mempertimbangkan favorabel dan unfavorable. Semuanya dibuat dengan prosedur ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan. Komaruddin Bagja Arjawinangun
“Jika ditemukan indikasi risiko dan kecemasan tinggi maka kita bisa lakukan sisi kuratif dengan memberikan konseling bagi yang cemas tinggi serta segera merujuk kepada Puskesmas/RS terdekat bagi yang risiko tinggi terpapar virus. Ini sekaligus dapat menjadi inisiasi untuk melakukan preventif dan promotif di titik-titik mana yang dibutuhkan, sehingga akan dapat terpantau segera,” ujar Psikolog LDP MCCC Ratna Setiyani.
Sikuvid dan Sikevid ini disusun oleh Ratna Yunita Setiyani Subardjo, Psikolog yang merupakan Koordinator Layanan Dukungan Psikososial MCCC PP Muhammadiyah dan didukung oleh Budi Santoso, Ugung Dwi Ario W, Psikolog UM Purwokerto, dengan melibatkan Professional Judgement (Elli Nur Hayati Psikolog (UAD), Lusi Nuryanti, Psikolog (UMS), M. Salis Yuniardi, Psikolog (UM Malang)).
“Jika kami membuat skala uji coba sendiri kami butuh waktu lebih lama, sehingga tentu tidak akan sesuai dengan tujuan semula karena masyarakat sudah menunggu adanya sebuah alat yang dapat dipakai oleh para relawan,” ujarnya.
Uji validitas dari Sikevid, menggunakan panduan PPDGJ dengan merujuk referensi Scully tentang tanda-tanda kecemasan. Sedangkan untuk item pertanyaan tetap mempertimbangkan favorabel dan unfavorable. Semuanya dibuat dengan prosedur ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan. Komaruddin Bagja Arjawinangun
(cip)
Lihat Juga :