Pandemi Corona, IDAI Sebut Kematian Anak Indonesia Paling Banyak di Asia

Kamis, 25 Juni 2020 - 14:14 WIB
loading...
A A A
Menurutnya, IDAI pun mencoba mengumpulkan data secara lebih terstruktur sejak Maret lalu sampai 22 Juni dari teman-teman dokter anak yang merawat, ada sekitar 204 anak yang meninggal dari kategori PDP (pasien dalam pengawasan) dan 36 anak dari yang terkonfirmasi positif.

Meskipun data itu masih lebih sedikit ketimbang data yang dikumpulkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Angka itu termasuk yang paling tinggi di Asia.

"Jadi kalau kami lihat, yang meninggal baik PDP maupun confirmed ini 200-an makanya, kami bisa katakan untuk saat ini yang meninggal anak kita paling banyak di Asia bahkan mungkin di dunia saat ini untuk masa pandemi COVID-19. Direct atau indirect (langsung ataupun tidak langsung)," terangnya.

Menurut Presiden Asosiasi Dokter Anak Asia-Pasifik (Asia Pacific Pediatric Association) itu, data ini cukup menyedihkan karena yang banyak meninggal adalah anak usia di bawah 1-5 tahun. Dalam artian, mereka anak-anak yang belum sempat merayakan ulang tahun pertama dan kelima.

Sementera angka kelahiran di Indonesia saat ini hampir 5 juta per tahun, dan sampai pertengahan tahun ini sudah ada 1 juta anak yang lahir di masa pandemi. "Kalau ini sampai akhir tahun, tentulah ada 3 juta-an anak yang akan lahir dan ini harus kita lindungi mereka lahir di masa pandemi. Di media, ada salah satu provinsi, ibu bapaknya negatif, bayinya ternyata positif dan meninggal," ujar Aman.

Karena itu dia menilai, hal ini terjadi bukan karena perlindungan anak yang kurang tetapi, kesadaran bahwa anak-anak ini bisa sakit dan meninggal yang kurang. Dan ini merupakan pandangan IDAI sebagai ahli, bukan untuk maksud menakut-nakuti.

"Mohon maaf bukan ingin menakuti tapi karena kami ahli kami boleh dong bicara pandangan kami," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anak Indonesia Habiskan...
Anak Indonesia Habiskan Rp4,5 Triliun untuk Membeli Rokok
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Menteri Arifah: PP Tunas...
Menteri Arifah: PP Tunas Lindungi Anak dari Ancaman Ruang Digital
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta
4 Kedudukan Anak Menurut...
4 Kedudukan Anak Menurut Al-Qur'an, Nomor Terakhir Paling Ditakuti Orang Tua
Momen Hari Anak: Orang...
Momen Hari Anak: Orang Tua Jangan Terlalu Menuntut, Kehebatan Anak Lahir dari Potensinya
Rekomendasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Berita Terkini
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Infografis
Negara Paling Korup...
Negara Paling Korup di Asia Tenggara, Indonesia Nomor Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved