Ketua KPK: Kartu Prakerja Belum Timbulkan Kerugian Negara
Kamis, 25 Juni 2020 - 13:28 WIB
loading...
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (tengah). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan sampai hari ini program K artu Prakerja belum menimbulkan kerugian negara.
Dia mengaku banyak yang bertanya kepada KPK tentang berapa uang negara yang keluar dari program Kartu Prakerja itu.
"Banyak kawan-kawan bertanya berapa keuangan negara yang keluar dari program kartu prakerja, itu bukan kewenangan kami. Tapi yang pasti sampai hari ini belum ada keuangan negara yang hilang dan program Kartu Prakerja belum menimbulkan kerugian negara, sampai hari ini," ujar Firli Bahuri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2020).
Dia menjelaskan, RDP Komisi III DPR sebelumnya sempat menyinggung program Kartu Prakerja. Setelah itu, Firli langsung memanggil Deputi Pencegahan KPK.
"Saya bilang kartu prakerja anggaran Rp5,6 triliun sasaran 5 juta orang, sudah bergulir tahap satu, tahap dua, tahap tiga, kurang lebih jumlah 682 ribu sasaran," ujar mantan Kapolda Sumatera Selatan ini. (Baca juga: Ini Tujuh Rekomendasi KPK soal Kartu Prakerja )
Dia mengaku banyak yang bertanya kepada KPK tentang berapa uang negara yang keluar dari program Kartu Prakerja itu.
"Banyak kawan-kawan bertanya berapa keuangan negara yang keluar dari program kartu prakerja, itu bukan kewenangan kami. Tapi yang pasti sampai hari ini belum ada keuangan negara yang hilang dan program Kartu Prakerja belum menimbulkan kerugian negara, sampai hari ini," ujar Firli Bahuri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2020).
Dia menjelaskan, RDP Komisi III DPR sebelumnya sempat menyinggung program Kartu Prakerja. Setelah itu, Firli langsung memanggil Deputi Pencegahan KPK.
"Saya bilang kartu prakerja anggaran Rp5,6 triliun sasaran 5 juta orang, sudah bergulir tahap satu, tahap dua, tahap tiga, kurang lebih jumlah 682 ribu sasaran," ujar mantan Kapolda Sumatera Selatan ini. (Baca juga: Ini Tujuh Rekomendasi KPK soal Kartu Prakerja )
Lihat Juga :