Bertemu Wartawan Senior, Bamsoet Dorong Peningkatan Gerakan Wakaf
Jum'at, 24 Juni 2022 - 16:57 WIB
loading...
Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung keberadaan Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung keberadaan Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi). Diinisiasi para jurnalis lintas generasi, Forjukafi telah mengimplementasikan semangat UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dalam memperkuat gerakan wakaf ke berbagai lapisan masyarakat.
Tidak hanya sebagai bekal menambah 'tabungan' di akhirat, wakaf juga bisa dimanfaatkan sebagai modal pembangunan dalam upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat. "Wakaf tidak hanya dilakukan dan dinikmati oleh kalangan umat islam saja, melainkan juga untuk umat beragama lainnya. Sejarah mencatat, sejak dahulu bangsa Indonesia telah melakukan wakaf. Sebagaimana diperlihatkan masyarakat Aceh yang antusias mengumpulkan uang mencapai 130.000 straits dollar untuk membeli pesawat pertama kepresidenan, Seulawah RI-01. Sejarah juga mencatat bahwa lapisan emas Tugu Monas, lingkaran Stadion Gelora Bung Karno, hingga tanah lokasi Gedung MPR/DPR/DPD RI, tidak lepas dari gerakan wakaf," ujar Bamsoet seusai menerima Forjukafi dan Yayasan Jala Surga di Jakarta, Jumat (24/6/2022).
Pengurus Forjukafi yang hadir antara lain Ketua Wahyu Muryadi, Sekretaris Rijanto, dan Bendahara Choiri. Sementara pengurus Yayasan Jala Surga yang hadir antara lain Ketua Idy Muzayyad dan Bendahara M. Fakhruddin.
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta lebih, sebanyak 237 juta di antaranya merupakan pemeluk agama islam, Badan Wakaf Indonesia (BWI) memproyeksikan potensi wakaf tunai di Indonesia bisa mencapai Rp 180 triliun per tahun. Namun realisasinya hingga kini masih minim.
Baca juga: Dongkrak Penerimaan Wakaf, Digitalisasi Wakaf Perlu Digelorakan
Tidak hanya sebagai bekal menambah 'tabungan' di akhirat, wakaf juga bisa dimanfaatkan sebagai modal pembangunan dalam upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat. "Wakaf tidak hanya dilakukan dan dinikmati oleh kalangan umat islam saja, melainkan juga untuk umat beragama lainnya. Sejarah mencatat, sejak dahulu bangsa Indonesia telah melakukan wakaf. Sebagaimana diperlihatkan masyarakat Aceh yang antusias mengumpulkan uang mencapai 130.000 straits dollar untuk membeli pesawat pertama kepresidenan, Seulawah RI-01. Sejarah juga mencatat bahwa lapisan emas Tugu Monas, lingkaran Stadion Gelora Bung Karno, hingga tanah lokasi Gedung MPR/DPR/DPD RI, tidak lepas dari gerakan wakaf," ujar Bamsoet seusai menerima Forjukafi dan Yayasan Jala Surga di Jakarta, Jumat (24/6/2022).
Pengurus Forjukafi yang hadir antara lain Ketua Wahyu Muryadi, Sekretaris Rijanto, dan Bendahara Choiri. Sementara pengurus Yayasan Jala Surga yang hadir antara lain Ketua Idy Muzayyad dan Bendahara M. Fakhruddin.
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta lebih, sebanyak 237 juta di antaranya merupakan pemeluk agama islam, Badan Wakaf Indonesia (BWI) memproyeksikan potensi wakaf tunai di Indonesia bisa mencapai Rp 180 triliun per tahun. Namun realisasinya hingga kini masih minim.
Baca juga: Dongkrak Penerimaan Wakaf, Digitalisasi Wakaf Perlu Digelorakan
Lihat Juga :