Mendagri Minta TNI Bantu Cegah Potensi Konflik dan Distribusi Logistik Pemilu 2024
Jum'at, 24 Juni 2022 - 15:25 WIB
loading...
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian berharap jajaran TNI dapat membantu mencegah potensi konflik dan penyaluran logistik Pemilu 2024. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian berharap jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dapat membantu mencegah potensi konflik dan penyaluran logistik Pemilu 2024 . Peran tersebut dibutuhkan mengingat TNI memiliki jaringan yang luas untuk menjaga keamanan dan mengendalikan potensi konflik.
Hal tersebut disampaikan Tito saat memberi ceramah pada kegiatan Apel Komandan Satuan (AKS) TNI AD Terpusat Tahun Anggaran 2022, Kamis (23/6/2022). Baca juga: Bertemu Mendagri, Gubernur Lukas Enembe Dukung Pemekaran Papua
Tito mengatakan tak lama lagi tahapan pendaftaran peserta Pemilu akan berlangsung. Kondisi ini akan membuat suhu politik kian meningkat karena kandidat mulai menghimpun basis massa. Ini akan berlanjut, jika nanti Pemilu digelar dalam dua putaran karena tidak ada kandidat yang berhasil meraih suara 50% plus satu.
“Nah sehingga rekan-rekan sekalian memang ada beberapa problema yang perlu kita waspadai,” ujar Tito dalam keterangannya, Jumat (24/6/2022).
Mendagri menuturkan tak sedikit masyarakat yang masih bersifat pragmatis dan belum memahami esensi demokrasi. Sikap ini akan berpengaruh terhadap maraknya praktik politik uang yang akan mengurangi nilai demokrasi, bahkan menjadi potensi konflik.
Hal tersebut disampaikan Tito saat memberi ceramah pada kegiatan Apel Komandan Satuan (AKS) TNI AD Terpusat Tahun Anggaran 2022, Kamis (23/6/2022). Baca juga: Bertemu Mendagri, Gubernur Lukas Enembe Dukung Pemekaran Papua
Tito mengatakan tak lama lagi tahapan pendaftaran peserta Pemilu akan berlangsung. Kondisi ini akan membuat suhu politik kian meningkat karena kandidat mulai menghimpun basis massa. Ini akan berlanjut, jika nanti Pemilu digelar dalam dua putaran karena tidak ada kandidat yang berhasil meraih suara 50% plus satu.
“Nah sehingga rekan-rekan sekalian memang ada beberapa problema yang perlu kita waspadai,” ujar Tito dalam keterangannya, Jumat (24/6/2022).
Mendagri menuturkan tak sedikit masyarakat yang masih bersifat pragmatis dan belum memahami esensi demokrasi. Sikap ini akan berpengaruh terhadap maraknya praktik politik uang yang akan mengurangi nilai demokrasi, bahkan menjadi potensi konflik.
Lihat Juga :