DPR-Mensos Sepakat Gelar Rapat Gabungan Perbarui Data Kemiskinan

Kamis, 25 Juni 2020 - 04:14 WIB
loading...
DPR-Mensos Sepakat Gelar...
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan Komisi VIII DPR dan Mensos bersepakat untuk melakukan Ragab bersama dengan beberapa menteri lainnya yakni, Mendagri, Mendes PDTT serta Menteri PPN/Bappenas guna memperbarui DTKS. Foto/SINDophoto
A A A
JAKARTA - Komisi VIII DPR dan Menteri Sosial (Mensos) bersepakat untuk melakukan Rapat Gabungan (Ragab) bersama dengan beberapa menteri lainnya yakni, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dana Transmigrasi (Mendes PDTT) serta Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) guna memperbarui data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Komisi VIII DPR bersepakat dengan Mensos untuk melakukan Rapat Kerja Gabungan dengan Mendagri, Menteri Des PDTT dan Menteri PPN/Bappenas dalam rangka membahas percepatan verifikasi dan validasi DTKS untuk updating data sesuai dengan UU Nomor 13/2011 tentang Penanganan Fakir Miskin,” ujar Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto membacakan kesimpulan Raker di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020). (Baca juga: Terus Bertambah, 724 WNI di Luar Negeri Sembuh dari Covid-19)

Sebelumnya dalam Raker, sejumlah anggota dan pimpinan Komisi VIII DPR menyoroti soal data kemiskinan yang berantakan sehingga penerima bansos tidak tepat sasaran. “Sebagaimana yang disampaikan teman-teman yang lain, kita ingin memastikan dana ini tepat guna, dan memang memerlukan biaya. makannya butuh biaya. Tadi ada tambahan untuk verivali (verifikasi dan validasi data) Rp 875 miliar, itu yang kita tunggu-tunggu,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ichsan Yunus dalam Raker.

Menurut Ichsan, pihaknya sangat ingin membahas secara khusus soal data kemiskinan ini dalam Panitia Kerja (Panja) Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan (Verivali). Dia mengaui bahwa sesuai ketentuan perundang-undangan, DPR tidak lagi diperbolehkan membahas satuan 3 (rincian anggaran hingga ke satuan terkecil).

“Kita ingin memastikan tambahan anggaran untuk memastikan KPM (keluarga penerima manfaat) itu betul-betul yang membutuhkan dan tidak tumpang tindih,” ucap politikus PDIP itu.

Senada, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa sengkarut data penerima bansos terjadi di mana-mana. Dia pun sudah pernah berkomunikasi langsung dengan Mnesos soal bagaimana daerah diberikan tugas melakukan pendataan. Namun kali ini, bukan waktunya untuk mempersoalkan atau mencari kambing hitam dari persoalan pendataan ini.

“Tapi yang harus kita lakukan mencari solusi dari sistem yang baik dan cepat,” kata Ace di kesempatan sama.

Politikus Partai Golkar ini melanjutkan, Komisi VIII DPR juga sudah mengundang sejumlah kepala daerah untuk memastikan soal data ini dan faktanya, banyak kepala daerah yang belum memperbaharui datanya. Ada banyak sekali daerah bahkan, ada yang sama seklai belum melakukan pendataan. Dan kalau datanya tidak diperbarui, berarti bagaimana dengan proses penyalurannya, apakah dengan demikian tepat sasaran.

Ace juga sempat menyinggung soal digitalisasi data yang pernah disebut Presiden Jokowi. Karena itu, dia menanyakan soal digitalisasi data di Kemensos, bagaimana konsepnya untuk mempermudah pelayanan terhadap rakyat. Untuk melakukan ini, banyak yang hendak membantu termasuk dari Kemendes PDTT.

“Pendataan ini tidak boleh terbelit-belit, tidak tepat sasaran dan harus akurat. Soal indikator kemiskinan kita harus sama-sama duduk bareng, entah FGD termasuk mengkomunikasikan kepada rakyat, kalau mereka tidak sesuai dengan indikator kemiskinan kita ya tidak masuk. Agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” gagasnya.

Di sisi lain, Mensos Juliari P Batubara sependapat bahwa anggaran untuk perbaikan dan pemutakhiran data itu perlu digunakan secara masif pada 2021. Apalagi, hal ini telah didukung oleh presiden dan juga Badan Perencanaan Nasional (Bappenas).

“Mudah-mudahan dengan anggaran yang baik tersebut kita bisa mendapatkan pendataan yang lebih baik,” ucapnya dalam Raker.

Karena itu, Juliari mengaku bahwa pihaknya sangat mendukung jika memang diagendakan rapat gabungan bersama untuk membersihkan data tersebut. Namun, dia mengusulkan sejumlah kementerian lain untuk terlibat. (Baca juga: DPR Minta Mensos Percepat Penyaluran Bansos dan Sinkronisasi DTKS)

“Kalau boleh usul, Kementerian PPN/Bappenas, Kemendagri dan Kementerian Desa karena, Bappenas adalah koodinator untuk banpres (bantuan presiden) atau data, saya kira perlu undang Bappenas,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Rekomendasi
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved