Mengenal Warna dan Posisi Baret TNI, Ada yang Terinspirasi Cahaya Jingga saat Fajar
Kamis, 23 Juni 2022 - 05:43 WIB
loading...
A
A
A
2. Baret Merah
Baret TNI yang cukup dikenal luas adalah baret merah yang dikenakan oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Baret Kopassus berwarna merah darah dengan emblem Tribhuana Candraca Satya Dharma. Yang memiliki makna pasukan yang setia dan memiliki kemampuan bertempur dalam tiga matra yakni, darat, laut, dan udara. Lambangnya berbentuk bingkai segi delapan yang di dalamnya terdapat pisau komando, sayap, dan jangkar.
Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang merupakan satuan khusus milik TNI AL juga mengenakan baret berwarna merah tua. Terdapat semboyan Tan Hana Wighna Tan Sirna yang berarti tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi. Lambangnya berupa jangkar yang di depannya terdapat katak memegang tombak trisula.
Satuan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI yang diresmikan pada tanggal 30 Juli 2019 lalu juga mengenakan baret berwarna merah dengan emblem bergambar tiga buah anak panah. Koopsus TNI beranggotakan personel-personel terbaik tiga matra, yakni Satuan 81 Kopassus, Satuan Bravo 90 Paskhas, dan Satuan Detasemen Jalamangkara (Denjaka).
3. Baret Hitam
Baret ini digunakan oleh pasukan Kavaleri dengan emblem lambang Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pusenkav) yaitu Tri Daya Cakti. Makna yang terkandung di dalamnya adalah tiga kekuatan yaitu daya gerak, daya tembak, dan daya kejut. Lambangnya berupa tank dengan latar belakang pedang dan tombak bersilang serta tapa kuda di atasnya. Baret hitam digunakan satuan Kavaleri dari Pusenkav hingga tingkat pasukan baik Batalyon, Detasemen, mapun Kompi Kavaleri. Akan tetapi, Batalyon Kavaleri yang berada di bawah Kostrad menggunakan baret hijau Kostrad.
Baret hitam juga dikenakan Korps Kapal Selam atau dengan berlambang Hiu Kencana. Emblem ini berbentuk segi delapan yang di dalamnya terdapat jangkar dan dua ekor hiu berwarna emas.
Sejak tahun 2018, personel TNI yang bertugas di jajaran Mabes TNI dan di lembaga negara Republik Indonesia juga menggenakan baret berwarna hitam dengan emblem lambang TNI.
4. Baret Cokelat
Baret ini digunakan oleh satuan Armed (Artileri Medan). Baret cokelat yang dikenakan menggunakan emblem lambang Pusat Kesenjataan Artileri Medan atau (Pussen Armed) bernama Tri Shandya Yudha. Lambangnya berupa gambar dua buah meriam yang saling berhadapan dan dua amunisi arteleri dengan posisi tegak di bagian tengah.
Baret cokelat juga dikenakan Arhanud (Artileri Pertahanan Udara). Emblem pada baret cokelatnya menggunakan lambang Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) yaitu Vyati Rakca Bhala Cakti dengan makna prajurit sakti penjaga angkasa. Lambangnya berupa busur panah dengan anak panah yang siap ditembakkan ke atas.
5. Baret Biru
Baret ini dikenakan oleh Polisi Militer (PM). Emblem pada baret PM dindai dengan lambang dua pistol bersilang dalam bingkai segi lima berwarna emas.
Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) juga mengenakan baret berarna biru. Hanya saja Puspomad mengenakan emblem bergambar topeng Gajah Mada dengan seloka Satya Wira Wicaksana.
Sama dengan Puspomad, baret biru juga dikenakan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal). Yang membedakan adalah emblemnya. Emblem baret Pomal selain dua revolver bersilang juga terdapat gambar jangkar yang mengambarkan matra laut.
Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspomau) juga mengenakan baret biru seperti dua matra lainnya. Emblem pada Pomau juga bergambar pistol bersilang dengan tambahaan gambar Garuda dan bintang bersudut delapan serta tulisan Wira Waskita.
7. Baret Biru Tua
Personel pada Markas Besar (Mabes) TNI AL menggenakan baret biru tua dengan emblem Jalesveva Jaya Mahe. Emblem ini bergambar jangkar di tengah untaian padi dan kapas dengan simbol Pancasila di atasnya. Bagian bawah dengan tulisan Jalesveva Jaya Mahe yang berarti di laut kita jaya.
Baret TNI yang cukup dikenal luas adalah baret merah yang dikenakan oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Baret Kopassus berwarna merah darah dengan emblem Tribhuana Candraca Satya Dharma. Yang memiliki makna pasukan yang setia dan memiliki kemampuan bertempur dalam tiga matra yakni, darat, laut, dan udara. Lambangnya berbentuk bingkai segi delapan yang di dalamnya terdapat pisau komando, sayap, dan jangkar.
Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang merupakan satuan khusus milik TNI AL juga mengenakan baret berwarna merah tua. Terdapat semboyan Tan Hana Wighna Tan Sirna yang berarti tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi. Lambangnya berupa jangkar yang di depannya terdapat katak memegang tombak trisula.
Satuan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI yang diresmikan pada tanggal 30 Juli 2019 lalu juga mengenakan baret berwarna merah dengan emblem bergambar tiga buah anak panah. Koopsus TNI beranggotakan personel-personel terbaik tiga matra, yakni Satuan 81 Kopassus, Satuan Bravo 90 Paskhas, dan Satuan Detasemen Jalamangkara (Denjaka).
3. Baret Hitam
Baret ini digunakan oleh pasukan Kavaleri dengan emblem lambang Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pusenkav) yaitu Tri Daya Cakti. Makna yang terkandung di dalamnya adalah tiga kekuatan yaitu daya gerak, daya tembak, dan daya kejut. Lambangnya berupa tank dengan latar belakang pedang dan tombak bersilang serta tapa kuda di atasnya. Baret hitam digunakan satuan Kavaleri dari Pusenkav hingga tingkat pasukan baik Batalyon, Detasemen, mapun Kompi Kavaleri. Akan tetapi, Batalyon Kavaleri yang berada di bawah Kostrad menggunakan baret hijau Kostrad.
Baret hitam juga dikenakan Korps Kapal Selam atau dengan berlambang Hiu Kencana. Emblem ini berbentuk segi delapan yang di dalamnya terdapat jangkar dan dua ekor hiu berwarna emas.
Sejak tahun 2018, personel TNI yang bertugas di jajaran Mabes TNI dan di lembaga negara Republik Indonesia juga menggenakan baret berwarna hitam dengan emblem lambang TNI.
4. Baret Cokelat
Baret ini digunakan oleh satuan Armed (Artileri Medan). Baret cokelat yang dikenakan menggunakan emblem lambang Pusat Kesenjataan Artileri Medan atau (Pussen Armed) bernama Tri Shandya Yudha. Lambangnya berupa gambar dua buah meriam yang saling berhadapan dan dua amunisi arteleri dengan posisi tegak di bagian tengah.
Baret cokelat juga dikenakan Arhanud (Artileri Pertahanan Udara). Emblem pada baret cokelatnya menggunakan lambang Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) yaitu Vyati Rakca Bhala Cakti dengan makna prajurit sakti penjaga angkasa. Lambangnya berupa busur panah dengan anak panah yang siap ditembakkan ke atas.
5. Baret Biru
Baret ini dikenakan oleh Polisi Militer (PM). Emblem pada baret PM dindai dengan lambang dua pistol bersilang dalam bingkai segi lima berwarna emas.
Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) juga mengenakan baret berarna biru. Hanya saja Puspomad mengenakan emblem bergambar topeng Gajah Mada dengan seloka Satya Wira Wicaksana.
Sama dengan Puspomad, baret biru juga dikenakan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal). Yang membedakan adalah emblemnya. Emblem baret Pomal selain dua revolver bersilang juga terdapat gambar jangkar yang mengambarkan matra laut.
Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspomau) juga mengenakan baret biru seperti dua matra lainnya. Emblem pada Pomau juga bergambar pistol bersilang dengan tambahaan gambar Garuda dan bintang bersudut delapan serta tulisan Wira Waskita.
7. Baret Biru Tua
Personel pada Markas Besar (Mabes) TNI AL menggenakan baret biru tua dengan emblem Jalesveva Jaya Mahe. Emblem ini bergambar jangkar di tengah untaian padi dan kapas dengan simbol Pancasila di atasnya. Bagian bawah dengan tulisan Jalesveva Jaya Mahe yang berarti di laut kita jaya.
Lihat Juga :