MCCC Tak Ingin Idul Adha dan Kurban Menjadi Klaster Baru Covid-19
Rabu, 24 Juni 2020 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Agus menerangkan kurban sebaiknya diserahkan kepada orang lain atau melalui lembaga amil zakat, seperti Lazismu. Jika tetap ingin melakukan penyembelihan hewan, harus ada pembatasan orang yang hadir dan hewan pada satu waktu.
Artinya, jika biasanya dalam satu tempat bisa menyembelih 10 sapi dan 25 ekor kambing, maka harus dibatasi. “Yang manageable bisa dilakukan dalam waktu 3 jam. Waktunya sependek dan sepadat mungkin,” ucapnya.
(Baca: Muhammadiyah Anjurkan Salat Idul Adha di Lapangan Tetap Ditiadakan)
Agus memperkirakan penyembelihan di rumah pemotongan hewan (RPH) akan penuh pada Idul Adha tahun ini. Untuk itu, penting untuk mempersiapkan alat pelindung diri, seperti kaos tangan, hand sanitizer, dan face shield.
Dalam pembagian daging tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan tidak membuat kerumunan warga. “Kami tidak ingin sholat Idul Adha dan penyembelihan ini menjadi klaster baru Covid-19,” pungkasnya.
Artinya, jika biasanya dalam satu tempat bisa menyembelih 10 sapi dan 25 ekor kambing, maka harus dibatasi. “Yang manageable bisa dilakukan dalam waktu 3 jam. Waktunya sependek dan sepadat mungkin,” ucapnya.
(Baca: Muhammadiyah Anjurkan Salat Idul Adha di Lapangan Tetap Ditiadakan)
Agus memperkirakan penyembelihan di rumah pemotongan hewan (RPH) akan penuh pada Idul Adha tahun ini. Untuk itu, penting untuk mempersiapkan alat pelindung diri, seperti kaos tangan, hand sanitizer, dan face shield.
Dalam pembagian daging tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan tidak membuat kerumunan warga. “Kami tidak ingin sholat Idul Adha dan penyembelihan ini menjadi klaster baru Covid-19,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :