Rakor Kepala Daerah PDIP Ditutup, Ini Kesan Bobby Nasution hingga Murad Ismail
Jum'at, 17 Juni 2022 - 21:56 WIB
loading...
Rakor di Gedung Sekolah Partai di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, memiliki kesan mendalam bagi ratusan kepala daerah PDIP. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Rapat koordinasi (Rakor) di Gedung Sekolah Partai di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, memiliki kesan mendalam bagi ratusan kepala daerah PDI Perjuangan ( PDIP ).
Hal itu terungkap ketika sejumlah kepala daerah yang jadi peserta kegiatan, berbicara mengenai kesan mengikuti rakor tersebut saat prosesi penutupan rakor yang dipimpin Sekjen Hasto Kristiyanto.
Hasto bercerita selama dua hari proses rakor, para kepala daerah wajib tidur di bangsal yang disediakan di Sekolah Partai PDIP. Sambil bercanda, Hasto mengatakan suhu ruangan sengaja disetting agak dingin. Sehingga gelisah, dan akhirnya muncul keinginan berdialog dan bertukar pikiran antara satu dengan yang lain.
Baca juga: Hasto Beberkan Soal Kedisiplinan Ikuti Instruksi Megawati di Pemilu dan Pilpres 2024
Para kepala daerah lalu diminta menyampaikan kesan dan pesannya. Gubernur Maluku, Irjen Pol. (Purn) Murad Ismail mengaku rakor mengajari dirinya untuk sabar dan selalu berdisiplin. Saat dirinya masih bertugas di Brimob, otomatis kedisiplinan adalah keseharian. Namun setelah menjadi gubernur, dia mengaku kedisiplinannya menurun. “Dan sekarang di rakor ini saya belajar untuk berdisiplin lagi di PDI Perjuangan,” kata Murad.
Wali Kota Medan Bobby Nasution, mengaku dirinya merasakan, bagaimana di rakor itu para kepala daerah belajar bersama, entah usianya muda atau tua. Baginya, proses di rakor mengobarkan semangat bekerja untuk rakyat. “Di sini mengajarkan kepada seluruh kepala daerah, walau banyak senior, bukan hanya diajarkan ilmu, tetapi harus tidur bersama, dipaksa “muda” lagi. Baik pikiran dan fisiknya. Pikiran mudanya dibangun kembali di sini,” ujar Bobby yang merupakan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu terungkap ketika sejumlah kepala daerah yang jadi peserta kegiatan, berbicara mengenai kesan mengikuti rakor tersebut saat prosesi penutupan rakor yang dipimpin Sekjen Hasto Kristiyanto.
Hasto bercerita selama dua hari proses rakor, para kepala daerah wajib tidur di bangsal yang disediakan di Sekolah Partai PDIP. Sambil bercanda, Hasto mengatakan suhu ruangan sengaja disetting agak dingin. Sehingga gelisah, dan akhirnya muncul keinginan berdialog dan bertukar pikiran antara satu dengan yang lain.
Baca juga: Hasto Beberkan Soal Kedisiplinan Ikuti Instruksi Megawati di Pemilu dan Pilpres 2024
Para kepala daerah lalu diminta menyampaikan kesan dan pesannya. Gubernur Maluku, Irjen Pol. (Purn) Murad Ismail mengaku rakor mengajari dirinya untuk sabar dan selalu berdisiplin. Saat dirinya masih bertugas di Brimob, otomatis kedisiplinan adalah keseharian. Namun setelah menjadi gubernur, dia mengaku kedisiplinannya menurun. “Dan sekarang di rakor ini saya belajar untuk berdisiplin lagi di PDI Perjuangan,” kata Murad.
Wali Kota Medan Bobby Nasution, mengaku dirinya merasakan, bagaimana di rakor itu para kepala daerah belajar bersama, entah usianya muda atau tua. Baginya, proses di rakor mengobarkan semangat bekerja untuk rakyat. “Di sini mengajarkan kepada seluruh kepala daerah, walau banyak senior, bukan hanya diajarkan ilmu, tetapi harus tidur bersama, dipaksa “muda” lagi. Baik pikiran dan fisiknya. Pikiran mudanya dibangun kembali di sini,” ujar Bobby yang merupakan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Lihat Juga :