Hasto Beberkan Soal Kedisiplinan Ikuti Instruksi Megawati di Pemilu dan Pilpres 2024
Jum'at, 17 Juni 2022 - 21:02 WIB
loading...
A
A
A
Politikus asal Yogyakarta itu mencontohkan dalam hal penguasaan teknologi pertanian, Indonesia belum memiliki benih unggul yang memastikan produksi dari petani meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan nasional tanpa impor. Karena itu, lanjut Hasto, berbagai persoalan fundamental itulah seharusnya dibahas. Termasuk oleh siapa pun yang merasa dirinya terpanggil untuk berproses menjadi pemimpin nasional.
"Ibu Ketua Umum kemarin menegaskan bahwa menjadi pemimpin itu jauh lebih penting daripada menjadi pejabat. Menjadi pemimpin artinya berproses menggembleng diri, digembleng sejarah, menjawab panggilan sejarah," kata Hasto.
Doktor geopolitik Universitas Pertahanan RI itu juga mengingatkan semua kader harus berjalan dalam koridor dan mekanisme kepartaian. "Di mana kepentingan organisasi partai sebagai kepentingan kolektif yang menyatu dengan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara jauh lebih penting daripada kepentingan individu dan kelompok," tegas Hasto. Selain Hasto, penutupan Rakornas itu juga dihadiri oleh Ketua DPP Komarudin Watubun dan Eriko Sotarduga.
"Ibu Ketua Umum kemarin menegaskan bahwa menjadi pemimpin itu jauh lebih penting daripada menjadi pejabat. Menjadi pemimpin artinya berproses menggembleng diri, digembleng sejarah, menjawab panggilan sejarah," kata Hasto.
Doktor geopolitik Universitas Pertahanan RI itu juga mengingatkan semua kader harus berjalan dalam koridor dan mekanisme kepartaian. "Di mana kepentingan organisasi partai sebagai kepentingan kolektif yang menyatu dengan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara jauh lebih penting daripada kepentingan individu dan kelompok," tegas Hasto. Selain Hasto, penutupan Rakornas itu juga dihadiri oleh Ketua DPP Komarudin Watubun dan Eriko Sotarduga.
(cip)
Lihat Juga :