Mensos Ungkap Alasan Lambannya Penyaluran Bansos Tunai

Rabu, 24 Juni 2020 - 15:31 WIB
loading...
A A A
"Bansos tunai masuk tahap kedua, target 9 juta KK belum full tercapai. Tahap pertama kurang sedikit dengan 8 juta KPM (keluarga penerima manfaat) dengan anggaran yang tersalurkan Rp4,75 triliun dan tahap 2 dengan anggaran yang tersalurkan Rp4,19 triliun. Di sisa tahap kedua ini dan nanti tahap ketiga seluruh target itu harus kita sapu," kata Juliary.

Juliary mengungkapkan sejumlah kendala lain yang dialami Kemensos. Di antaranya, masih banyak daerah yang belum memenuhi kuota. Ternyata, tidak mudah bagi daerah untuk bisa memberikan data lebih cepat kepada Kemensos untuk disalurkan bansos tunainya. Ada juga daerah yang minta ditunda penyalurannya karena mungkin berkaitan dengan program bansos lainnya yang diberikan di daerah tersebut.

"Kendala lainnya daerah remote, istilah PT Pos daerah kluster III, daerah 3T (terluar, tedepan, terpencil) atau remote area pencairannya akan langsung 3 tahap. Karena kasihan mereka harus nyeberang dulu, kasihan separuhnya habis di ongkos. Jadi langsung dihantem 3 aja, kasihan wilayah-wilayah terpencil ini luar biasa medannya," terangnya.

Kemudian, politikus PDIP ini mengaku Kemensos sudah beberapa kali mendapatkan komplain karena warga berdesak-desakan sata proses pengambilan di Kantor Pos sehingga, pengambilan bansos ini diminta untuk memenuhi protokol kesehatan Covid-19.

Jadi kalau istilahnya itu agar tidak kemruyung atau berdesak-desakan antri di loket. Karena itu, Juliary melanjutkan, Kemensos melakukan beberapa hal untuk menyiasati kendala tersebut. Misalnya, Kemensos meminta layanan di Kantor Pos diperpanjang sampai jam 10 malam sehingga, warga tidak perlu dating pagi atau siang hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Kemensos Lelang Emas...
Kemensos Lelang Emas Hadiah Tak Tertebak Senilai Rp10 Miliar, Hasilnya untuk Bantu Keluarga Rentan
Investigasi Pengadaan...
Investigasi Pengadaan Sepatu dan Perlengkapan Sekolah Rakyat, Wamensos: Minggu Depan Harus Sudah Clear!
49 Pendamping PKH Diberhentikan...
49 Pendamping PKH Diberhentikan Akibat Pelanggaran Penyaluran Bansos
Harga Sepatu Sekolah...
Harga Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Gus Ipul: Kami Tak Intervensi
3 Warga Tewas dan 20...
3 Warga Tewas dan 20 Rumah Rusak Akibat Konflik di Flores Timur, Kemensos Turun Tangan
Cetak Lulusan Berkualitas,...
Cetak Lulusan Berkualitas, Sekolah Rakyat Jajaki Kolaborasi Nasional dan Internasional
46.000 Siswa Tahun Ini...
46.000 Siswa Tahun Ini Ditampung di Sekolah Rakyat
Rekomendasi
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Berita Terkini
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved