Koalisi Masyarakat Sipil Adukan Mafia Tanah di Kalsel ke PBNU
Jum'at, 17 Juni 2022 - 12:53 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Denny, masyarakat akan berhadapa dengan tindak kekerasan bila mempersoalkan sengketa lahan yang menyangkut pengusaha besar tersebut. Karena itu, ia berharap penuh kepada PBNU untuk dapat membantu menangani permasalahan di Kalsel.
Seorang petani yang menjadi korban menuturkan, lahan miliknya seluas 20 hektare dirampas perusahaan sawit. Sudah dua tahun berlalu hingga kini tidak ada ganti rugi yang jelas. "Saat ditanya berulang-ulang dijawab 'nanti akan diselesaikan'," kata petani tersebut.
Baca juga: Nirina Zubir Berharap Sidang Kasus Dugaan Mafia Tanah Segera Tuntas
Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Hukum, dan Media, Savic Ali mengatakan, pihaknya menerima laporan dari para petani dan koalisi. Ada berberapa hal yang bisa dilakukan untuk memenangi persengketaan secara hukum dan mendapatkan dukungan publik.
"Agar semangat itu tercapai, kami membutuhkan sejumlah informasi detail menyangkut persengketaan lahan yang terjadi di Kalimantan Selatan," kata Savic.
Seorang petani yang menjadi korban menuturkan, lahan miliknya seluas 20 hektare dirampas perusahaan sawit. Sudah dua tahun berlalu hingga kini tidak ada ganti rugi yang jelas. "Saat ditanya berulang-ulang dijawab 'nanti akan diselesaikan'," kata petani tersebut.
Baca juga: Nirina Zubir Berharap Sidang Kasus Dugaan Mafia Tanah Segera Tuntas
Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Hukum, dan Media, Savic Ali mengatakan, pihaknya menerima laporan dari para petani dan koalisi. Ada berberapa hal yang bisa dilakukan untuk memenangi persengketaan secara hukum dan mendapatkan dukungan publik.
"Agar semangat itu tercapai, kami membutuhkan sejumlah informasi detail menyangkut persengketaan lahan yang terjadi di Kalimantan Selatan," kata Savic.
Lihat Juga :