Jelang Pemilu dan Pilpres 2024, Wakapolri Ingatkan Jangan Politik Identitas
Jum'at, 17 Juni 2022 - 02:55 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau di dalam pemilu itu, pilihan boleh berbeda, itu hak konstitusional masing-masing warga negara, tetapi, jangan sampai karena perbedaan-perbedaan pilihan, ini terjadi konflik, itu yang kita hindari. Karena, di dalam pemilu itu akan berkembang ada yang namanya black campaign, money politics, politik identitas, hoaks, hate speech, hasutan," bebernya.
Gatot Eddy mengantisipasi terjadinya fenomena post truth di Indonesia. Di mana, fenomena tersebut terjadi karena adanya hoaks atau kebohongan yang disampaikan secara terus-menerus. Sehingga, ditakutkan Gatot, banyak orang yang tidak lagi percaya dengan fakta dan data terkait pemilu atau pilkada 2024.
"Nah inilah muncul fenomena post-truth, yang bisa menimbulkan konflik. Apalagi disitu ada ujaran-ujaran kebencian. Ini perlu kita antisipasi. Karena kalau kita biarkan, ini nanti sebenarnya tahun politik situasi memanas sehingga kita perlu cooling sistem," ungkap Gatot.
"Makanya nanti bersama-sama, mungkin nanti dari Pak Kapolda, Forkompinda. Kemudian juga nanti Kapolres, Dandim, dengan Pak Bupati Wali Kota dengan Forkompinda nya untuk membuat satu cooling system agar di situasi yang panas tidak selalu panas, bisa meledak, kalau meledak tentu menjadi konflik akan timbul korban, baik korban materi maupun korban jiwa," pungkasnya.
Gatot Eddy mengantisipasi terjadinya fenomena post truth di Indonesia. Di mana, fenomena tersebut terjadi karena adanya hoaks atau kebohongan yang disampaikan secara terus-menerus. Sehingga, ditakutkan Gatot, banyak orang yang tidak lagi percaya dengan fakta dan data terkait pemilu atau pilkada 2024.
"Nah inilah muncul fenomena post-truth, yang bisa menimbulkan konflik. Apalagi disitu ada ujaran-ujaran kebencian. Ini perlu kita antisipasi. Karena kalau kita biarkan, ini nanti sebenarnya tahun politik situasi memanas sehingga kita perlu cooling sistem," ungkap Gatot.
"Makanya nanti bersama-sama, mungkin nanti dari Pak Kapolda, Forkompinda. Kemudian juga nanti Kapolres, Dandim, dengan Pak Bupati Wali Kota dengan Forkompinda nya untuk membuat satu cooling system agar di situasi yang panas tidak selalu panas, bisa meledak, kalau meledak tentu menjadi konflik akan timbul korban, baik korban materi maupun korban jiwa," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :