Jelang Pemilu dan Pilpres 2024, Wakapolri Ingatkan Jangan Politik Identitas

Jum'at, 17 Juni 2022 - 02:55 WIB
loading...
Jelang Pemilu dan Pilpres...
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, menitipkan pesan penting kepada para penjabat (pj) kepala daerah menjelang Pilpres, Pemilu, dan Pilkada 2024. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menitipkan pesan penting kepada para penjabat (pj) kepala daerah menjelang Pilpres, Pemilu, dan Pilkada 2024. Para Pj kepala daerah diminta untuk mengantisipasi munculnya politik identitas.

Baca juga: Bursa Capres 2024

"Satu hal juga yang menjadi perhatian kita, pengalaman kita dari beberapa pilkada, munculnya politik identitas, nah ini kita juga menghindari. Mari dari sekarang kita mengajak bersama-sama," kata Gatot Eddy saat menghadiri rapat koordinasi dengan Pj kepala daerah di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2022).

Baca juga: Disepakati, Pemilu Digelar 21 Februari 2024 dan Pilkada 27 November 2024

"Silakan, siapa pun calonnya nanti, apakah gubernur, apakah wali kota, Bupati, siapapun calonnya silakan. Sampaikan program-programnya yang bagus, tapi jangan munculkan politik identitas. Politik identitas yang mengadu satu dengan lainnya," tambahnya.

Ditekankan Gatot Eddy, hak untuk memilih calon pemimpin diatur dalam Undang-Undang. Masyarakat bebas untuk menentukan pilihannya masing-masing. Asalkan, tidak dengan cara mendengungkan politik identitas yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal.

Tak hanya politik identitas, Wakapolri juga mengantisipasi potensi kerawanan lainnya pada saat Pemilu 2024. Dia meminta seluruh elemen untuk bersama-sama mengantisipasi timbulnya konflik akibat perbedaan dalam menentukan pilihan saat pemilu ataupun Pilkada serentak nanti.

"Kalau di dalam pemilu itu, pilihan boleh berbeda, itu hak konstitusional masing-masing warga negara, tetapi, jangan sampai karena perbedaan-perbedaan pilihan, ini terjadi konflik, itu yang kita hindari. Karena, di dalam pemilu itu akan berkembang ada yang namanya black campaign, money politics, politik identitas, hoaks, hate speech, hasutan," bebernya.

Gatot Eddy mengantisipasi terjadinya fenomena post truth di Indonesia. Di mana, fenomena tersebut terjadi karena adanya hoaks atau kebohongan yang disampaikan secara terus-menerus. Sehingga, ditakutkan Gatot, banyak orang yang tidak lagi percaya dengan fakta dan data terkait pemilu atau pilkada 2024.

"Nah inilah muncul fenomena post-truth, yang bisa menimbulkan konflik. Apalagi disitu ada ujaran-ujaran kebencian. Ini perlu kita antisipasi. Karena kalau kita biarkan, ini nanti sebenarnya tahun politik situasi memanas sehingga kita perlu cooling sistem," ungkap Gatot.

"Makanya nanti bersama-sama, mungkin nanti dari Pak Kapolda, Forkompinda. Kemudian juga nanti Kapolres, Dandim, dengan Pak Bupati Wali Kota dengan Forkompinda nya untuk membuat satu cooling system agar di situasi yang panas tidak selalu panas, bisa meledak, kalau meledak tentu menjadi konflik akan timbul korban, baik korban materi maupun korban jiwa," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Polri Pakai Drone dan...
Polri Pakai Drone dan AI untuk Urai Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2026
Profil Oegroseno, Mantan...
Profil Oegroseno, Mantan Wakapolri Jadi Ahli Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi
Jadi Ahli Roy Suryo...
Jadi Ahli Roy Suryo Cs terkait Ijazah Jokowi, Mantan Wakapolri: Bhayangkara Tua Tak Boleh Berhenti
Peluncuran Buku Penanganan...
Peluncuran Buku Penanganan TPPO, Wakapolri: Kejahatan Ini Telah Bertransformasi
Tinjau Arus Mudik lewat...
Tinjau Arus Mudik lewat Udara, Wakapolri: Penyeberangan Merak–Bakauheni Terkendali
Penasihat Ahli Kapolri:...
Penasihat Ahli Kapolri: Gerakan Pangan Murah Polda Riau Membantu Masyarakat
Percepat Distribusi...
Percepat Distribusi Logistik, Polri Fokus Penyediaan Alat Berat di Tapteng
Rekomendasi
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
Prabowo-Gibran Presiden...
Prabowo-Gibran Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved