Melindungi Keamanan Publik: Inovasi Antena Jammer untuk Menangkal Ancaman Drone

Selasa, 22 April 2025 - 07:44 WIB
loading...
Melindungi Keamanan...
Dr. Ir. Yussi Perdana Saputera, ST. MT., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. Dosen dan Mahasiswa S3 Pasca Sarjana Teknik Elektro Universitas Telkom Bandung. Foto/istimewa
A A A
Dr. Ir. Yussi Perdana Saputera, ST. MT., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.
Dosen dan Mahasiswa S3 Pasca Sarjana Teknik Elektro Universitas Telkom Bandung

DI zaman ini, pembaruan teknologi berjalan dengan cepat. Peperangan bukan hanya sekadar mesiu dan bahan peledak tapi juga meliputi peperangan elektronik yang penuh dengan kemajuan teknologi. Penggunaan drone telah meningkat secara signifikan dalam berbagai sektor, mulai dari layanan pengiriman barang hingga pemantauan keamanan.

Meskipun membawa banyak manfaat, tidak bisa dipungkiri kemunculan drone juga menghadirkan risiko serius bagi penyalahgunaannya dalam tindakan kriminal, terorisme bahkan menuju dalam perusakan objek vital dan pembunuhan. Oleh karena itu, penanggulangan serangan drone menjadi isu yang sangat mendesak dan penting untuk ditangani.

Di Indonesia sudah ada penelitian yang hadir dengan solusi inovatif berupa Antena Jammer Gun. Penelitian tersebut mengintegrasikan metamaterial (note: bahasa awamnya apa?) dalam desain kompak, dan bertujuan untuk meningkatkan performa dan jangkauan efektivitas dalam menghadapi ancaman drone yang dapat membahayakan keamanan publik.

Namun demikian, penelitian harus bersifat berkelanjutan atau dalam istilah kerennya Sustainment Developement Goals (SDGs) dan berinovasi tinggi buah dari karya putra putri bangsa Indonesia. Sehingga ujungnya dapat bermanfaat bagi Bangsa Indonesia.

Apa Itu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)?

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) adalah serangkaian 17 tujuan global yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. SDGs berfokus pada pencapaian kesejahteraan sosial, perlindungan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam konteks penelitian jammer drone, beberapa SDGs yang memiliki relevansi tinggi adalah SDG 16, SDG 9, dan SDG 11.

SDG 16 adalah penelitian yang terkait perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat. SDG 16 menekankan pentingnya menciptakan masyarakat yang damai dan inklusif, serta membangun lembaga yang efektif dan akuntabel.

Penelitian, inovasi dan pengembangan ini sangat relevan dengan SDG ini karena menanggulangi ancaman keamanan. Fokus utama dari penelitian, inovasi dan pengembangan ini adalah pengembangan teknologi yang dapat melindungi masyarakat dari serangan drone, menjaga keselamatan publik dari potensi kejahatan yang mengganggu ketertiban. Dengan adanya antena jammer gun, diharapkan dapat efektif dalam mengurangi insiden kriminal yang melibatkan drone serta memberikan perlindungan terhadap infrastruktur kritis.

Dalam hal penguatan kapasitas lembaga keamanan, dengan teknologi ini, lembaga-lembaga seperti kepolisian dan militer dapat memiliki alat yang lebih efektif dalam melindungi masyarakat. Peningkatan kapasitas lembaga keamanan berkontribusi pada upaya penegakan hukum yang lebih baik dan penciptaan lingkungan yang aman serta adil bagi seluruh masyarakat.

Selain itu dalam SDG 16 juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam keamanan. Maksudnya adalah penelitian, inovasi dan pengembangan ini juga menciptakan peluang untuk melibatkan masyarakat dalam diskusi mengenai isu-isu keamanan, serta meningkatkan kesadaran publik tentang risiko dari penggunaan drone dan cara-cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi risiko tersebut.

Sementara dalam SDG 9, mencakup industri, inovasi, dan infrastruktur. Dengan demikian, penelitian jammer drone mendorong adanya pengembangan infrastruktur dan inovasi yang berkelanjutan. Penelitan jammer drone mengkolaborasi integrasi metamaterial dalam desain antena. Penelitian, inovasi dan pengembangan ini merupakan langkah inovatif dalam bidang teknologi pertahanan.

Metamaterial memungkinkan pembuatan antena yang lebih kecil dan lebih efisien dibandingkan dengan desain tradisional, sehingga mempercepat pengembangan teknologi yang siap pakai di pasar. Selain itu, antena jammer yang efektif dapat melindungi wilayah dan infrastruktur publik dari potensi serangan drone. Hal ini bukan hanya penting untuk menjaga keamanan nasional, tetapi juga untuk memastikan kelangsungan fungsi sistem transportasi serta pelayanan publik yang tetap berjalan tanpa gangguan.

Tak kalah penting adalah peluang ekonomi untuk industri lokal. Dengan memajukan teknologi pertahanan domestik, penelitian ini dapat membuka peluang bagi pertumbuhan industri pertahanan dalam negeri. Hal ini akan memberikan dampak positif dalam penciptaan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal.

Uniknya juga, penelitian jammer drone sangat terkait dengan SDG 11 yaitu mengenai kota dan komunitas yang berkelanjutan. SDG 11 bertujuan untuk menciptakan kota dan permukiman manusia yang inklusif, aman, tahan bencana, dan berkelanjutan. Penelitian, inovasi dan pengembangan ini relevan dengan SDG ini karena mencakup mengembangkan teknologi yang mampu melindungi ruang publik dari ancaman agresif, seperti serangan drone. Singkatnya, penelitian ini berkontribusi terhadap penciptaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Dalam konteks kota-kota yang semakin padat, memiliki sistem keamanan yang efisien dan efektif sangat penting untuk menjaga ketenangan serta memastikan keselamatan setiap individu dari potensi ancaman. Penelitian, inovasi dan pengembangan tentang antena jammer ini memiliki potensi untuk meningkatkan ketahanan kota dalam menghadapi ancaman, baik dari dalam maupun luar.

Dengan kemampuan untuk mendeteksi dan mengatasi serangan drone secara efisien, perkotaan dapat terus berfungsi dengan optimal meskipun ada risiko keamanan yang mengintai. Hal ini menciptakan lingkungan yang resilien, di mana masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa tekanan dari ancaman yang mengganggu.

Keamanan yang lebih baik di ruang publik tidak hanya mendorong partisipasi masyarakat yang lebih besar dalam kegiatan sosial tetapi juga meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Masyarakat yang merasa aman cenderung lebih aktif berpartisipasi dalam acara komunitas dan kegiatan urban lainnya, yang pada gilirannya mendukung upaya pembangunan komunitas yang berkelanjutan.

Teknik Penelitian
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
KSAD Maruli Simanjuntak:...
KSAD Maruli Simanjuntak: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara
Latihan Rahasia Korea...
Latihan Rahasia Korea Selatan Disusupi Drone Jelang Hadapi Meksiko
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Rekomendasi
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Berita Terkini
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved