Dinilai Kerja Nyata, Mahasiswa Ternate Tanya Kesiapan Jadi Capres 2024, Sandiaga Uno: Siap!
Kamis, 16 Juni 2022 - 12:44 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum menjawab, Sandiaga langsung bertanya balik kepada Zulkifli.
"Pertanyaannya sangat baik. Tapi kira-kira saya mau tanya dulu, pada tahun 2024 pemimpin seperti apa yang diinginkan mahasiswa Universitas Khairun dan masyarakat Indonesia secara umum?" tanya Sandiaga.
Baca juga: Geowisata Batu Angus Dikembangkan Jadi Geopark Nasional, Sandiaga Uno: Ekonomi Bangkit, Pariwisata Berkualitas & Berkelanjutan
"Secara pribadi, saya menjawab kriteria yang ditanyakan bapak, sepengetahuan saya, Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada tahun 2030, tentunya hal itu membutuhkan pemimpin yang dapat menyesuaikan dengan keadaan," kata Zulkifli lugas.
"Terlebih saat ini kaum muda akan mengambil peran penting ke depan. Saya lihat sendiri Bapak Sandiaga Uno itu sangat luar biasa, milenial dan kedua sudah memberikan bukti kinerja yang nyata, karena kita tidak butuh banyak bicara, tapi butuh banyak kerja," ujarnya.
"Dan terakhir, harus dekat dengan masyarakat. Jangan sampai menutup telinga saat mahasiswa atau masyarakat umum menyampaikan aspirasi atau keluhan," tambah Zulkifli.
"Pertanyaannya sangat baik. Tapi kira-kira saya mau tanya dulu, pada tahun 2024 pemimpin seperti apa yang diinginkan mahasiswa Universitas Khairun dan masyarakat Indonesia secara umum?" tanya Sandiaga.
Baca juga: Geowisata Batu Angus Dikembangkan Jadi Geopark Nasional, Sandiaga Uno: Ekonomi Bangkit, Pariwisata Berkualitas & Berkelanjutan
"Secara pribadi, saya menjawab kriteria yang ditanyakan bapak, sepengetahuan saya, Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada tahun 2030, tentunya hal itu membutuhkan pemimpin yang dapat menyesuaikan dengan keadaan," kata Zulkifli lugas.
"Terlebih saat ini kaum muda akan mengambil peran penting ke depan. Saya lihat sendiri Bapak Sandiaga Uno itu sangat luar biasa, milenial dan kedua sudah memberikan bukti kinerja yang nyata, karena kita tidak butuh banyak bicara, tapi butuh banyak kerja," ujarnya.
"Dan terakhir, harus dekat dengan masyarakat. Jangan sampai menutup telinga saat mahasiswa atau masyarakat umum menyampaikan aspirasi atau keluhan," tambah Zulkifli.
Lihat Juga :