Kemenkumham Ngaku Dapat 2.000 Serangan Siber Sehari, Motifnya Beragam
Selasa, 14 Juni 2022 - 14:34 WIB
loading...
Kemenkumham meluncurkan aplikasi berupa tim tanggap insiden siber atau Computer Security Incident Response Team (KUMHAM-CSIRT). FOTO/MPI/ARIE DWI SATRIO
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Kemenkumham ) mengaku menerima sekitar 2.000 serangan siber setiap harinya. Sekretaris Jenderal Kemenkumham Komjen Pol Andap Budi Revianto mengungkapkan motif serangan siber tersebut mulai dari sekadar coba-coba, hingga motif ekonomi, politik, dan ideologi.
Serangan juga dilakukan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. "Kita harus siap dan tanggap menghadapi intoleransi, radikalisme, ancaman terorisme, serta menghadapi ancaman kejahatan lainnya seperti ekonomi, politik, ideologi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri dalam bentuk siber," kata Andap saat meluncurkan aplikasi tim tanggap insiden siber atau Computer Security Incident Response Team (KUMHAM-CSIRT) di kantornya, HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/6/2022).
Aplikasi ini bertujuan untuk menangkal serangan siber yang kian masif dan dilakukan oleh banyak pihak. Berdasarkan hasil pendataan, Kemenkumham mendapat serangan siber sebanyak 385.980 dalam kurun waktu enam bulan.
Baca juga: Kemenkumham Terima 385.980 Serangan Siber, Terbesar dari Amerika
Serangan siber terhadap Kementerian di bawah komando Yasonna Laoly ini bentuknya beragam. Oleh karenanya, Kemenkumham membentuk CISRT. "Tujuan dibangunnya KUMHAM-CSIRT adalah untuk menangkis segala bentuk ancaman dan tantangan serangan siber di lingkungan Kemenkumham secara khusus dan umumnya untuk melindungi masyarakat dari iktikad yang dapat merusak persatuan, kesatuan, dan demokrasi," jelas Andap.
Menurut data dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenkumham, serangan siber paling banyak menyasar website Kemenkumham. Mulai dari aplikasi persuratan internal dan aplikasi kepegawaian.
Serangan juga dilakukan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. "Kita harus siap dan tanggap menghadapi intoleransi, radikalisme, ancaman terorisme, serta menghadapi ancaman kejahatan lainnya seperti ekonomi, politik, ideologi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri dalam bentuk siber," kata Andap saat meluncurkan aplikasi tim tanggap insiden siber atau Computer Security Incident Response Team (KUMHAM-CSIRT) di kantornya, HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/6/2022).
Aplikasi ini bertujuan untuk menangkal serangan siber yang kian masif dan dilakukan oleh banyak pihak. Berdasarkan hasil pendataan, Kemenkumham mendapat serangan siber sebanyak 385.980 dalam kurun waktu enam bulan.
Baca juga: Kemenkumham Terima 385.980 Serangan Siber, Terbesar dari Amerika
Serangan siber terhadap Kementerian di bawah komando Yasonna Laoly ini bentuknya beragam. Oleh karenanya, Kemenkumham membentuk CISRT. "Tujuan dibangunnya KUMHAM-CSIRT adalah untuk menangkis segala bentuk ancaman dan tantangan serangan siber di lingkungan Kemenkumham secara khusus dan umumnya untuk melindungi masyarakat dari iktikad yang dapat merusak persatuan, kesatuan, dan demokrasi," jelas Andap.
Menurut data dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenkumham, serangan siber paling banyak menyasar website Kemenkumham. Mulai dari aplikasi persuratan internal dan aplikasi kepegawaian.
Lihat Juga :