Penanganan Pandemi Jadi Kunci Indonesia Kuat Hadapi Ancaman Krisis Global
Senin, 13 Juni 2022 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
Lancarnya program vaksinasi nasional juga menjadi faktor lain yang juga penting untuk pengendalian Covid-19. Data Satgas Covid-19 menyebutkan sebanyak 200.845.766 sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dari total sasaran 208.265.720.
Sementara itu, penerima vaksinasi dosis kedua sudah 168.068.616 dan penerima vaksinasi booster sudah 47.631.247. Dari sisi kebijakan ekonomi, kata Edy, permintaan terhadap produk sudah meningkat seiring keputusan pemerintah melonggarkan mobilitas masyarakat.
Baca juga: Jokowi soal Penanganan Covid-19: Hampir Rp1.400 Triliun Hilang
Pemerintah juga berusaha menjaga daya beli masyarakat dengan memberikan bantuan sosial kepada kelompok tidak mampu. "Pengendalian harga juga penting, kalau ada kenaikan tapi tidak terlalu besar. Masih ada subsisidi juga. Stabilitas ekonomi makro juga tidak bisa dilupakan, bagaimana menjaga nilai tukar," ucap Edy.
Lebih lanjut dia mengatakan, pekerjaan lainnya bagaimana mendorong penyerapan tenaga kerja. Dia mengakui, UKM yang jumlahnya sekitar 40 juta bagian penting untuk ekonomi Indonesia tetap bertahan. Namun, tidak bijak kalau mengandalkan UKM untuk menyerap tenaga kerja lebih banyak.
Sementara itu, penerima vaksinasi dosis kedua sudah 168.068.616 dan penerima vaksinasi booster sudah 47.631.247. Dari sisi kebijakan ekonomi, kata Edy, permintaan terhadap produk sudah meningkat seiring keputusan pemerintah melonggarkan mobilitas masyarakat.
Baca juga: Jokowi soal Penanganan Covid-19: Hampir Rp1.400 Triliun Hilang
Pemerintah juga berusaha menjaga daya beli masyarakat dengan memberikan bantuan sosial kepada kelompok tidak mampu. "Pengendalian harga juga penting, kalau ada kenaikan tapi tidak terlalu besar. Masih ada subsisidi juga. Stabilitas ekonomi makro juga tidak bisa dilupakan, bagaimana menjaga nilai tukar," ucap Edy.
Lebih lanjut dia mengatakan, pekerjaan lainnya bagaimana mendorong penyerapan tenaga kerja. Dia mengakui, UKM yang jumlahnya sekitar 40 juta bagian penting untuk ekonomi Indonesia tetap bertahan. Namun, tidak bijak kalau mengandalkan UKM untuk menyerap tenaga kerja lebih banyak.
Lihat Juga :