Mendagri Berharap Calon Kepala Daerah Tonjolkan Gagasan Tangani Covid-19
Rabu, 24 Juni 2020 - 08:40 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap calon kepala daerah lebih menonjolkan gagasan dan solusi menangani pagebluk Covid-19. Dia juga meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) bersikap netral dalam Pilkada Serentak 2020 .
"Kemudian yang berkaitan dengan masalah manajemen, kami berharap pada teman-teman Bawaslu, semua jajaran, karena posisi Bawaslu dalam kontestasi pilkada ini adalah wasit. Kami berharap bisa menjadi wasit yang betul-betul baik, objektif, dan netral," ujarnya dalam acara Launching Pengawasan dan Pemutakhiran Indeks Kerawanan Pilkada Tahun 2020 di Bawaslu, Jakarta, Selasa (23/6/2020).
Tito mendorong pilkada ini agar menjadi ajang adu gagasan dalam penanganan Covid-19. Hal itu dinilai akan mampu meredam konflik yang biasa terjadi, seperti isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Pagebluk Covid-19 ini memberikan dampak multidimensi ke banyak sektor, ekonomi, dan sosial.
"Maka dapat menegasi atau mereduksi potensi isu-isu yang sering kali menjadi masalah dalam pilkada, masalah suku, ras, dan keagamaan. Ini bisa ditekan dengan adanya isu tentang penanganan Covid-19," tuturnya. (Baca juga: Pilkada 2020, KPU Beberkan Alasan Larang Kampanye di Tempat Terbuka ).
Isu penanganan Covid-19 diprediksi menjadi jualan para kandidat pemimpin daerah, baik petahana maupun penantang. Mereka harus bisa meyakinkan masyarakat dengan gagasan, ide, dan inovasi yang akan dilakukan dalam menangani pagebluk Covid-19 beserta dampaknya.
"Kemudian yang berkaitan dengan masalah manajemen, kami berharap pada teman-teman Bawaslu, semua jajaran, karena posisi Bawaslu dalam kontestasi pilkada ini adalah wasit. Kami berharap bisa menjadi wasit yang betul-betul baik, objektif, dan netral," ujarnya dalam acara Launching Pengawasan dan Pemutakhiran Indeks Kerawanan Pilkada Tahun 2020 di Bawaslu, Jakarta, Selasa (23/6/2020).
Tito mendorong pilkada ini agar menjadi ajang adu gagasan dalam penanganan Covid-19. Hal itu dinilai akan mampu meredam konflik yang biasa terjadi, seperti isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Pagebluk Covid-19 ini memberikan dampak multidimensi ke banyak sektor, ekonomi, dan sosial.
"Maka dapat menegasi atau mereduksi potensi isu-isu yang sering kali menjadi masalah dalam pilkada, masalah suku, ras, dan keagamaan. Ini bisa ditekan dengan adanya isu tentang penanganan Covid-19," tuturnya. (Baca juga: Pilkada 2020, KPU Beberkan Alasan Larang Kampanye di Tempat Terbuka ).
Isu penanganan Covid-19 diprediksi menjadi jualan para kandidat pemimpin daerah, baik petahana maupun penantang. Mereka harus bisa meyakinkan masyarakat dengan gagasan, ide, dan inovasi yang akan dilakukan dalam menangani pagebluk Covid-19 beserta dampaknya.
Lihat Juga :