Usul Nama Koalisi Semut Merah Bareng PKS, PKB: Kita Wong Cilik Juga
Jum'at, 10 Juni 2022 - 04:21 WIB
loading...
A
A
A
Wakil Ketua MPR ini juga menjelaskan bahwa semut merupakan simbol masyarakat. Jadi, parpol rakyat kecil ini jangan hanya diklaim oleh satu partai, karena PKB dan PKS juga partai orang kecil.
"Kita ingin jangan hanya rakyat kecil itu dikira hanya satu partai saja, kita juga rakyat kecil. Kita wong cilik juga, kita ada di pesantren, ada di kota-kota. Semua mengarah ke situ," terangnya.
Selain itu, kata Jazilul, pihaknya berharap bahwa pembentukan koalisi ini tidak menimbulkan banyak curiga atau pikiran negatif. Karena PKB pun berpikiran positif dengan PKS memberikan kesempatan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk berpidato dalam acara Milad ke-20 PKS, tanpa curiga atau was-was, tanpa berpikir ada orang lain yang mungkin saja tidak suka dengan pertemuan itu.
"Itu sah-sah saja dan sebagian orang di kami juga begitu karena proses politik yang kemarin itu menyisakan. Makanya saya bilang, mari kita duduk. Kalau PKS dan PKB duduk, politik identitas hilang, pembelahan hilang, kadrun-kadrun hilang. Yang diinginkan masyarakat perut kenyang, anak-anak bisa sekolah, kesehatan bisa terjamin, masa depan Indonesia terjaga," tutur Jazilul.
Apalagi, Jazilul menambahkan, PKB juga tidak pernah curiga dengan parpol lain, justru mengapresiasi parpol yang sedang berproses membuat poros koalisi."Yang jelas kita tidak ingin saling menjatuhkan dan menjelekkan, dan Insya Allah kalau PKB dan PKS duduk bersama saya pikir ini akan mengurangi polarisasi," pungkasnya.
"Kita ingin jangan hanya rakyat kecil itu dikira hanya satu partai saja, kita juga rakyat kecil. Kita wong cilik juga, kita ada di pesantren, ada di kota-kota. Semua mengarah ke situ," terangnya.
Selain itu, kata Jazilul, pihaknya berharap bahwa pembentukan koalisi ini tidak menimbulkan banyak curiga atau pikiran negatif. Karena PKB pun berpikiran positif dengan PKS memberikan kesempatan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk berpidato dalam acara Milad ke-20 PKS, tanpa curiga atau was-was, tanpa berpikir ada orang lain yang mungkin saja tidak suka dengan pertemuan itu.
"Itu sah-sah saja dan sebagian orang di kami juga begitu karena proses politik yang kemarin itu menyisakan. Makanya saya bilang, mari kita duduk. Kalau PKS dan PKB duduk, politik identitas hilang, pembelahan hilang, kadrun-kadrun hilang. Yang diinginkan masyarakat perut kenyang, anak-anak bisa sekolah, kesehatan bisa terjamin, masa depan Indonesia terjaga," tutur Jazilul.
Apalagi, Jazilul menambahkan, PKB juga tidak pernah curiga dengan parpol lain, justru mengapresiasi parpol yang sedang berproses membuat poros koalisi."Yang jelas kita tidak ingin saling menjatuhkan dan menjelekkan, dan Insya Allah kalau PKB dan PKS duduk bersama saya pikir ini akan mengurangi polarisasi," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :