Kisah Hartini Soekarno, Setia Temani Bung Karno hingga Ajal Menjemputnya
Selasa, 07 Juni 2022 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
Hartini Soekarno menjadi saksi mata ketika suaminya tersebut menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR) dengan berat hati. Setelah turunnya Bung Karno dari kursi kepemimpinan, Hartini tetap setia menemani suaminya. Padahal, setelahnya Soekarno sempat menikah kembali dengan wanita lain. Namun, dia tetap setia dan menerima keadaan dengan lapang dada.
Baca juga : Istri Mantan Ajudan Presiden Soekarno yang Sakit Keras Pernah Dibantu Prabowo Subianto
Dikutip dari Perpusnas RI, Hartini Soekarno menemani Bung Karno sampai ajalnya menjemput. Sekitar 16 tahun bersama, dia tidak pernah berpaling atau melalaikan kewajibannya sebagai istri.
Bagi Hartini, Sebagai seorang istri berarti juga menjadi Ibu, kawan, serta kekasih bagi suami. Apabila suami sedang sakit, maka harus dirawat dengan baik. Kemudian minumkan obat, memijatnya, dan mengelusnya sampai terlelap tidur.
Selain itu, Hartini Soekarno juga rajin membaca berbagai buku. Tujuannya adalah agar bisa mengimbangi pembicaraan yang dilakukan suaminya kala mengobrol.
Kesehatan Soekarno sendiri sudah menurun sejak pertengahan 1965. Dalam sakitnya ini, dia juga sudah beberapa kali melakukan pengobatan, termasuk ke luar negeri. Bung Karno bertahan sekitar 5 tahun dalam sakitnya sampai akhirnya meninggal pada 21 Juni 1970.
Baca juga : Istri Mantan Ajudan Presiden Soekarno yang Sakit Keras Pernah Dibantu Prabowo Subianto
Dikutip dari Perpusnas RI, Hartini Soekarno menemani Bung Karno sampai ajalnya menjemput. Sekitar 16 tahun bersama, dia tidak pernah berpaling atau melalaikan kewajibannya sebagai istri.
Bagi Hartini, Sebagai seorang istri berarti juga menjadi Ibu, kawan, serta kekasih bagi suami. Apabila suami sedang sakit, maka harus dirawat dengan baik. Kemudian minumkan obat, memijatnya, dan mengelusnya sampai terlelap tidur.
Selain itu, Hartini Soekarno juga rajin membaca berbagai buku. Tujuannya adalah agar bisa mengimbangi pembicaraan yang dilakukan suaminya kala mengobrol.
Kesehatan Soekarno sendiri sudah menurun sejak pertengahan 1965. Dalam sakitnya ini, dia juga sudah beberapa kali melakukan pengobatan, termasuk ke luar negeri. Bung Karno bertahan sekitar 5 tahun dalam sakitnya sampai akhirnya meninggal pada 21 Juni 1970.
(bim)
Lihat Juga :