Disertasi Hasto Soal Geopolitik Soekarno Ungkap Rencana Indonesia Uji Coba Bom Atom

Senin, 06 Juni 2022 - 15:39 WIB
loading...
Disertasi Hasto Soal...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam paparan disertasinya menyampaikan Presiden Soekarno hampir melakukan uji coba bom atom yang rencananya akan dilakukan pada 5 Oktober 1965. Foto/MPI
A A A
SENTUL - Pertahanan Indonesia di era Presiden Soekarno begitu kuat hingga hampir melakukan uji coba bom atom yang rencananya akan dilakukan pada 5 Oktober 1965, hanya beberapa hari sebelum sang Proklamator RI itu digulingkan.

Mengenai uji coba bom atom itu disampaikan oleh Hasto Kristiyanto dalam paparan disertasinya yang berjudul "Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara". Karyanya itu dipertanggungjawabkan di hadapan para penguji serta tamu undangan di Aula Merah Putih, Kampus Unhan, Sentul, Bogor, Senin (6/6/2022). Baca juga: Hasto PDIP Deg-degan Diuji Megawati hingga Tito Karnavian di Sidang Doktor Besok

Kata Hasto, pemikiran geopolitik Soekarno berkerangka pada Pancasila, berdampak terhadap pertahanan negara pada era pemerintahannya. Saat itu, konsepsi pertahanan yang berdikari dilakukan dengan proyek strategis Industri Pertahanan termasuk pembuatan bom atom.

"Oleh Soekarno tanggal 5 Oktober 1965 sebenarnya akan dilakukan uji coba bom atom sebagai hadiah untuk ABRI, sebagai anak kandung Revolusi Indonesia," jelas Hasto.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan implementasi geopolitik dalam pertahanan negara menjadikan ABRI terkuat di belahan bumi selatan. ABRI juga mampu melakukan force projection, seperti bantuan militer ke Aldjazair (1960-1961); Pakistan pada tahun 1965.

Pengaruh Soekarno nampak dengan adanya koridor pertahanan atas cara pandang geopolitik. Kalimantan misalnya, menjadi koridor strategis bagi kekuatan Angkatan Udara; Angkatan Laut di Indonesia Timur dan Jawa sebagai pusat kekuatan Angkatan Darat.

Hasto melanjutkan, saat itu, kebijakan pertahanan disusun berdasarkan prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan politik pertahanan bersifat defensif, aktif, dan tidak agresif. Dengan konsepsi tersebut, jika ada suatu negara yang menyerang Indonesia, maka kekuatan AL dan AU Indonesia harus mampu menghancurkan negara agresor sebelum masuk ke wilayah kedaulatan Indonesia.

"Dalam hal tidak mampu menghancurkan kekuatan militer negara agresor, maka strategi pertahanan rakyat semesta merupakan strategi terakhir, dan Angkatan Darat sebagai kekuatan utama," kata Hasto.

Bagi Hasto, pemikiran dan imajinasi geopolitik bagi kepemimpinan nasional Indonesia yang dilaksanakan Soekarno itu masih sangat penting hingga saat ini. Khususnya di dalam menyusun grand strategy, dan kebijakan teknokratis melalui diplomasi luar negeri dan pertahanan negara. Baca juga: Viral Penganiayaan Anak Anggota DPR, Hasto: Sistem Hukum Kita Tak Membolehkan Kekerasan

"Hal itu penting bagi pelaksanaan kepentingan nasional, sebagai respons dinamika dan ancaman nasional, regional, dan global," kata Hasto.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Rekomendasi
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Berita Terkini
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved