BPOM Ungkap 7 Penyakit yang Bisa Dipicu Senyawa BPA
Jum'at, 03 Juni 2022 - 20:19 WIB
loading...
Deputi Bidang Pengawasan Pangan BPOM Rita Endang mengungkapkan adanya tujuh pernyakit yang bisa dipicu oleh Bisfenol A (BPA). FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Deputi Bidang Pengawasan Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) Rita Endang mengungkapkan adanya tujuh pernyakit yang bisa dipicu oleh Bisfenol A ( BPA ). Senyawa sintetis organik ini banyak terdapat di galon guna yang saat ini beredar luas di masyarakat.
Menurut Rita, BPA termasuk dalam endoktrin disruptor atau bahan kimia yang dapat mengganggu endoktrin atau sistem hormon tubuh, khususnya estrogen. Gangguan sistem hormon tersebut utamanya berdampak pada sistem reproduksi, baik pada pria dan wanita.
"Gangguan dapat menyebabkan kemandulan (infertilitas), menurunnya jumlah dan kualitas sperma, feminisasi pada janin laki-laki, gangguan libido, sulit ejakulasi," kata Rita dalam sebuah diskusi terkait perlindungan konsumen air minum kemasan di Jakarta dikutip, Jumat (3/6/2022).
Gangguan lainnya berupa munculnya penyakit tidak menular semisal diabetes dan obesitas, gangguan sistem kardiovaskular, gangguan ginjal kronis, kanker prostat, dan kanker payudara. Selain itu, masih ada efek serius berupa gangguan perkembangan kesehatan mental dan autisme pada anak-anak.
Menurut Rita, BPA termasuk dalam endoktrin disruptor atau bahan kimia yang dapat mengganggu endoktrin atau sistem hormon tubuh, khususnya estrogen. Gangguan sistem hormon tersebut utamanya berdampak pada sistem reproduksi, baik pada pria dan wanita.
"Gangguan dapat menyebabkan kemandulan (infertilitas), menurunnya jumlah dan kualitas sperma, feminisasi pada janin laki-laki, gangguan libido, sulit ejakulasi," kata Rita dalam sebuah diskusi terkait perlindungan konsumen air minum kemasan di Jakarta dikutip, Jumat (3/6/2022).
Gangguan lainnya berupa munculnya penyakit tidak menular semisal diabetes dan obesitas, gangguan sistem kardiovaskular, gangguan ginjal kronis, kanker prostat, dan kanker payudara. Selain itu, masih ada efek serius berupa gangguan perkembangan kesehatan mental dan autisme pada anak-anak.
Lihat Juga :