Sejumlah Langkah Atasi Ancaman Penurunan Muka Tanah di Indonesia
Kamis, 02 Juni 2022 - 01:08 WIB
loading...
Fenomena ancaman penurunan muka tanah di Indonesia, dinilai sebagai dampak dari perubahan iklim yang terjadi. Karenanya, hal ini patut menjadi perhatian. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Fenomena ancaman penurunan muka tana h di Indonesia, dinilai sebagai dampak dari perubahan iklim yang terjadi. Karenanya, hal ini patut menjadi perhatian agar, dampaknya bisa dinimimalisir.
Baca juga: Badan Geologi Sebut Penurunan Tanah Jadi Penyebab Parahnya Banjir Rob Pantura
Pencairan es ekstrem, menghangatnya lautan, peningkatan kekuatan gelombang, penurunan muka tanah hingga kenaikan permukaan laut semakin menciptakan kesinambungan yang mendatangkan bencana-bencana tak terkira.
Wilayah pesisir jadi kawasan yang paling dekat merasakan imbasnya. Deru air laut lambat laun terus menggerus daratan, menenggelamkan permukiman demi permukiman.
Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rita Susilawati menjelaskan penurunan penurunan muka tanah dapat disebabkan dua faktor.
Pertama, faktor alam, seperti karakter atau sifat khas tanah tertentu misalnya tanah lempung yang berasal dari lingkungan rawa yang bersifat lunak. Di mana hal tersebut masih memungkinkan untuk terus memadat seiring waktu.
Baca juga: Badan Geologi Sebut Penurunan Tanah Jadi Penyebab Parahnya Banjir Rob Pantura
Pencairan es ekstrem, menghangatnya lautan, peningkatan kekuatan gelombang, penurunan muka tanah hingga kenaikan permukaan laut semakin menciptakan kesinambungan yang mendatangkan bencana-bencana tak terkira.
Wilayah pesisir jadi kawasan yang paling dekat merasakan imbasnya. Deru air laut lambat laun terus menggerus daratan, menenggelamkan permukiman demi permukiman.
Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rita Susilawati menjelaskan penurunan penurunan muka tanah dapat disebabkan dua faktor.
Pertama, faktor alam, seperti karakter atau sifat khas tanah tertentu misalnya tanah lempung yang berasal dari lingkungan rawa yang bersifat lunak. Di mana hal tersebut masih memungkinkan untuk terus memadat seiring waktu.