Megawati Tak Hadiri Pernikahan Ketua MK-Adik Jokowi, Ini Analisis Pengamat
Senin, 30 Mei 2022 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Puan Diyakini Tetap Jadi Pilihan Megawati Jika Jokowi Dukung Ganjar
"Semuanya sulit dihitung karena ketidakpastian global terus-menerus terjadi. Karena kita harus fokus dan bekerja menyelesaikan persoalan itu tadi, urusan politik ojo kesusu sik, jangan tergesa-gesa. Meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini," kata Jokowi.
"Karena kita politik sekarang ini masih belum jelas bener ndak. Partai apa mencalonkan siapa belum jelas. Sehingga jangan sampai keliru, jangan sampai salah. Setuju kita sabar? Setuju kita tidak tergesa-gesa dulu? Oke," ujar Jokowi.
Hensat mengkritisi pernyataan Jokowi tersebut. Menurutnya, sebagai kepala negara, Jokowi tidak boleh menjadi King Maker. Presiden tidak boleh mendukung siapa pun agar pemilu terlaksana dengan jujur dan adil (jurdil).
"Presiden gak bisa dan gak boleh jadi King Maker, harus tidak mendukung siapapun. Pemilu tidak akan Jurdil bila Penguasa berpihak pada calon tertentu #Hensat," cuit Hensat pada 28 Mei 2022.
"Semuanya sulit dihitung karena ketidakpastian global terus-menerus terjadi. Karena kita harus fokus dan bekerja menyelesaikan persoalan itu tadi, urusan politik ojo kesusu sik, jangan tergesa-gesa. Meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini," kata Jokowi.
"Karena kita politik sekarang ini masih belum jelas bener ndak. Partai apa mencalonkan siapa belum jelas. Sehingga jangan sampai keliru, jangan sampai salah. Setuju kita sabar? Setuju kita tidak tergesa-gesa dulu? Oke," ujar Jokowi.
Hensat mengkritisi pernyataan Jokowi tersebut. Menurutnya, sebagai kepala negara, Jokowi tidak boleh menjadi King Maker. Presiden tidak boleh mendukung siapa pun agar pemilu terlaksana dengan jujur dan adil (jurdil).
"Presiden gak bisa dan gak boleh jadi King Maker, harus tidak mendukung siapapun. Pemilu tidak akan Jurdil bila Penguasa berpihak pada calon tertentu #Hensat," cuit Hensat pada 28 Mei 2022.
(abd)
Lihat Juga :