Penyaluran Dana Filantropi di Awal Pandemi Meningkat 23,05%
Minggu, 29 Mei 2022 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Rizal menuturkan, kebiasaan berbagi yang sudah mendarah daging pada diri masyarakat Indonesia sesungguhnya merupakan kekuatan tersendiri bagi bangsa ini untuk sama-sama menjadikan masyarakat lebih berdaya. Pengaruh dan peran filantropi yang sangat fleksibel dalam percepatan pemulihan dari pandemi Covid-19, dari segi pendanaan maupun tenaga, dapat membantu meringankan sektor pemerintah yang memiliki keterbatasan sumber daya.
Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia Gusman Yahya kemudian mengungkapkan tema FIFest 2022, yaitu ‘Filantropi Hub: Penguatan Ekosistem Filantropi untuk Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs’, yang bertujuan untuk mengelaborasi peluang, tantangan, strategi, dan prioritas dalam mengembangkan ekosistem filantropi untuk mendukung pencapaian TPB/SDGs. Rangkaian kegiatan berupa forum diskusi kemitraan dan kebijakan, publikasi, dan inovasi dalam berbagai kegiatan filantropi yang mendukung TPB/SDGs baik di tingkat nasional maupun internasional.
Gusman mengharapkan, kegiatan FIFEST 2022 dapat membangun kesadaran dan mendorong partisipasi masyarakat dan institusi filantropi dalam memajukan agenda filantropi di Indonesia melalui aksi kolektif membangun komunitas filantropi yang kuat, katalisasi kepemimpinan melalui ko-kreasi dan dan kolaborasi, mendukung terjadinya pembiayaan inovatif, dan membangun sistem pemantauan dampak untuk melacak tujuan bersama dalam pencapaian TPB/SDGs. Pengamat Ekonomi dan Dosen Ekonomi UI Ninasapti Triaswati dan Deputi Baznas Moh Arifin juga menanggapi paparan tersebut.
Kedua penanggap bersama mengutip pada perilaku aksi filantropi yang kurang akuntabel, baik perseorangan maupun institusi yang tidak tercatat secara administratif. Selain itu, lembaga filantropi diharapkan menjadi mainstream issue dalam menjawab persoalan sosial, ekonomi, hingga kemanusiaan di Indonesia.
Namun perilaku filantropi masyarakat Indonesia menurut Arifin dipengaruhi oleh kebiasaan zakat dan sedekah masyarakatnya. Itu sebabnya filantropi agama dapat menjadi penyumbang terbesar dalam penyaluran dana filantropi.
Adapun survei Outlook Filantropi 2020 ini adalah bagian dari kajian Philanthropy Outlook 2022 yang dilakukan oleh Lembaga Survei KedaiKOPI dan Filantropi Indonesia sejak 31 Januari sampai dengan 3 Maret 2022. Survei dilakukan dengan metode telesurvey kepada 1.023 organisasi filantropi di Indonesia dengan 224 organisasi filantropi yang merespons dan berpartisipasi dalam survei ini.
Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia Gusman Yahya kemudian mengungkapkan tema FIFest 2022, yaitu ‘Filantropi Hub: Penguatan Ekosistem Filantropi untuk Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs’, yang bertujuan untuk mengelaborasi peluang, tantangan, strategi, dan prioritas dalam mengembangkan ekosistem filantropi untuk mendukung pencapaian TPB/SDGs. Rangkaian kegiatan berupa forum diskusi kemitraan dan kebijakan, publikasi, dan inovasi dalam berbagai kegiatan filantropi yang mendukung TPB/SDGs baik di tingkat nasional maupun internasional.
Gusman mengharapkan, kegiatan FIFEST 2022 dapat membangun kesadaran dan mendorong partisipasi masyarakat dan institusi filantropi dalam memajukan agenda filantropi di Indonesia melalui aksi kolektif membangun komunitas filantropi yang kuat, katalisasi kepemimpinan melalui ko-kreasi dan dan kolaborasi, mendukung terjadinya pembiayaan inovatif, dan membangun sistem pemantauan dampak untuk melacak tujuan bersama dalam pencapaian TPB/SDGs. Pengamat Ekonomi dan Dosen Ekonomi UI Ninasapti Triaswati dan Deputi Baznas Moh Arifin juga menanggapi paparan tersebut.
Kedua penanggap bersama mengutip pada perilaku aksi filantropi yang kurang akuntabel, baik perseorangan maupun institusi yang tidak tercatat secara administratif. Selain itu, lembaga filantropi diharapkan menjadi mainstream issue dalam menjawab persoalan sosial, ekonomi, hingga kemanusiaan di Indonesia.
Namun perilaku filantropi masyarakat Indonesia menurut Arifin dipengaruhi oleh kebiasaan zakat dan sedekah masyarakatnya. Itu sebabnya filantropi agama dapat menjadi penyumbang terbesar dalam penyaluran dana filantropi.
Adapun survei Outlook Filantropi 2020 ini adalah bagian dari kajian Philanthropy Outlook 2022 yang dilakukan oleh Lembaga Survei KedaiKOPI dan Filantropi Indonesia sejak 31 Januari sampai dengan 3 Maret 2022. Survei dilakukan dengan metode telesurvey kepada 1.023 organisasi filantropi di Indonesia dengan 224 organisasi filantropi yang merespons dan berpartisipasi dalam survei ini.
(rca)
Lihat Juga :