Anak Ridwan Kamil Hilang, Anwar Abbas: Dukun Jangan Bikin Gaduh, Tunggu dan Doakan Selamat
Sabtu, 28 Mei 2022 - 18:58 WIB
loading...
Waketum MUi Anwar Abbas meminta masyarakat tidak percaya dukun dan menunggu informasi dan berdoa agar Emmeril Khan Mumtadz segera ditemukan selamat. Foto/Instagram @emmerilkhan
A
A
A
JAKARTA - Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan yang juga Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI Anwar Abbas meminta kepada para dukun dan peramal untuk tidak berbuat gaduh. Pernyataan itu disampaikan setelah pawang hujan MotoGP Mandalika, Rara Isti Wulandari meramal nasib putra sulung Ridwan Kamil Emmeril Kahn Mumtadz (Eril).
"Kepada para dukun dan peramal tersebut saya menghimbau untuk tidak membuat masyarakat gaduh dan rusuh. Agama Islam telah melarang umatnya untuk berhubungan dengan dukun," kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/05/2022).
Baca juga: Anak Ridwan Kamil Masuk Sungai demi Pastikan Adiknya Selamat, Sempat Teriak ‘Help’
"Oleh karena itu MUI mengimbau umat Islam dalam masalah menghadapi yang dihadapi anak dari Bapak Ridwan Kamil agar kita menjauhi praktik perdukunan," ujarnya.
Anwar mengatakan masalah tersebut cukup diserahkan kepada pihak yang berkompeten. Masyarakat pun diminta menunggu hasil pekerjaan mereka. "Serahkan saja masalah ini kepada pihak yang berkompeten untuk menjawab dan menjelaskannya. Untuk itu mari kita tunggu hasil kerja mereka para petugas tersebut," kata dia.
"Kepada para dukun dan peramal tersebut saya menghimbau untuk tidak membuat masyarakat gaduh dan rusuh. Agama Islam telah melarang umatnya untuk berhubungan dengan dukun," kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/05/2022).
Baca juga: Anak Ridwan Kamil Masuk Sungai demi Pastikan Adiknya Selamat, Sempat Teriak ‘Help’
"Oleh karena itu MUI mengimbau umat Islam dalam masalah menghadapi yang dihadapi anak dari Bapak Ridwan Kamil agar kita menjauhi praktik perdukunan," ujarnya.
Anwar mengatakan masalah tersebut cukup diserahkan kepada pihak yang berkompeten. Masyarakat pun diminta menunggu hasil pekerjaan mereka. "Serahkan saja masalah ini kepada pihak yang berkompeten untuk menjawab dan menjelaskannya. Untuk itu mari kita tunggu hasil kerja mereka para petugas tersebut," kata dia.
Lihat Juga :