Megawati Ingatkan Semangat Nyepi untuk Istirahatkan Bumi di Forum PBB
Jum'at, 27 Mei 2022 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
Bagi Indonesia sendiri, kerja sama internasional merupakan bagian kepribadian bangsa. Demikian halnya, tugas Indonesia bagi kepentingan umat manusia sedunia. “Kami memiliki falsafah Pancasila. Di dalamnya terkandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, nasionalisme, demokrasi, dan keadilan sosial. Dengan falsafah ini, bangsa Indonesia telah membuat sejarah dengan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955,” tuturnya.
Atas dasar hal tersebut, dia mengajak memantapkan solidaritas seluruh bangsa, seluruh negara. “Perkuatlah kerja sama seluruh civil society; kerja sama seluruh perguruan tinggi bagi pengembangan riset dan inovasi untuk kepentingan umat manusia sedunia. Terima kasih atas seluruh kontribusi pemikiran dan tekad memperkuat kerja sama internasional bagi dunia yang damai, lestari, asri, dan teruslah perkuat kesadaran menjaga keseimbangan hidup planet bumi yang kita cintai ini,” ucap Megawati.
Megawati mengatakan bahwa Presiden Jokowi di dalam pidato pembukaan, telah menyampaikan bahwa bencana alam menjadi keseharian rakyat. Sebab Indonesia berada di kawasan ring of fire. Indonesia memiliki pengalaman baru, semisal kawasan Kabupaten Flores, menderita akibat badai tropis siklon yang sebelumnya tidak pernah terjadi.
“Inilah bencana ekologi nyata yang kini ada di Indonesia dan belahan bumi lainnya. Saya menaruh perhatian yang begitu besar terhadap bencana ekologi akibat global warming. Kerusakan ekologi, dan ekploitasi alam, telah berjalan masif sejak revolusi Industri. Eksploitasi alam yang tidak terkendali, menciptakan ancaman terhadap kemanusiaan; bagi peradaban umat manusia,” ungkap Megawati.
Lebih lanjut dia mengatakan, berbagai bencana tersebut menguatkan kesadaran sebagai warga dunia; bahwa kita menghuni planet bumi yang sama. Kesemuanya mengikuti dialektika hukum alam. Seluruh interaksi umat manusia menciptakan saling ketergantungan. Demikian halnya kerusakan lingkungan. Industri tidak ramah lingkungan di suatu negara, atau pembuangan sampah tidak terkendali ke lautan, membawa kerusakan ekosistem bersama.
Atas dasar hal tersebut, dia mengajak memantapkan solidaritas seluruh bangsa, seluruh negara. “Perkuatlah kerja sama seluruh civil society; kerja sama seluruh perguruan tinggi bagi pengembangan riset dan inovasi untuk kepentingan umat manusia sedunia. Terima kasih atas seluruh kontribusi pemikiran dan tekad memperkuat kerja sama internasional bagi dunia yang damai, lestari, asri, dan teruslah perkuat kesadaran menjaga keseimbangan hidup planet bumi yang kita cintai ini,” ucap Megawati.
Megawati mengatakan bahwa Presiden Jokowi di dalam pidato pembukaan, telah menyampaikan bahwa bencana alam menjadi keseharian rakyat. Sebab Indonesia berada di kawasan ring of fire. Indonesia memiliki pengalaman baru, semisal kawasan Kabupaten Flores, menderita akibat badai tropis siklon yang sebelumnya tidak pernah terjadi.
“Inilah bencana ekologi nyata yang kini ada di Indonesia dan belahan bumi lainnya. Saya menaruh perhatian yang begitu besar terhadap bencana ekologi akibat global warming. Kerusakan ekologi, dan ekploitasi alam, telah berjalan masif sejak revolusi Industri. Eksploitasi alam yang tidak terkendali, menciptakan ancaman terhadap kemanusiaan; bagi peradaban umat manusia,” ungkap Megawati.
Lebih lanjut dia mengatakan, berbagai bencana tersebut menguatkan kesadaran sebagai warga dunia; bahwa kita menghuni planet bumi yang sama. Kesemuanya mengikuti dialektika hukum alam. Seluruh interaksi umat manusia menciptakan saling ketergantungan. Demikian halnya kerusakan lingkungan. Industri tidak ramah lingkungan di suatu negara, atau pembuangan sampah tidak terkendali ke lautan, membawa kerusakan ekosistem bersama.
Lihat Juga :