Elektabilitas Airlangga Naik, Kerja Keras dan Politik Santun Jadi Kunci
Jum'at, 27 Mei 2022 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Pertanyaan berlanjut kepada pemetaan preferensi politik pada masyarakat terhadap sosok tokoh yang akan dipilih jika pemilihan presiden digelar pada hari ini. Nama Airlangga terpilih dengan persentara 19,9% sebagai sosok paling dipilih.
Baca juga: Airlangga Hartarto: Buya Syafii Bukan Hanya Negarawan tapi Bapak bagi Rakyat Indonesia
"Tokoh yang dipilih masyarakat berikutnya adalah Andika Perkasa (14,3%), Prabowo Subianto (9,6%). Diikuti Ganjar Pranowo (9,2%), serta Menteri Keuangan Sri Mulyani (5,7%), Anies Baswedan (3,7%), Khofifah Indarparawansa (3,6%), Agus Harimurti Yudhoyono (3,2%), Puan Maharani (2,2%), Ridwan Kamil (1,8%), Muhaimin Iskandar (1,7%), Sandiaga Uno (1,4%), Erick Thohir (0,8%), dan tidak memilih sebanyak (22,9%)," paparnya.
Efek meningkatnya elektabilitas Airlangga dinilai mempunyai andil kuat dalam mengangkat nama Partai Golkar. Sebab hasil survei nasional pemetaan preferensi politik pada masyarakat terhadap parpol jelang Pemilu Serentak 2024, menghasilkan hanya tujuh parpol yang memiliki tingkat elektabilitas berada di atas 4%.
"Jika pemilu digelar hari ini secara rincian elektabilitas dari keenam parpol tersebut adalah Golkar meraih angka 16,9%, PDIP 16,2%, Gerindra 16,1%, NasDem 6,4%, PKS 5,6%, Demokrat 5,2%, dan PKB 4,7%," katanya.
Sementara itu, pengamat politik Ziyad Falahi mengatakan, sosok Airlangga Hartarto bukan tokoh yang latah, sehingga elektabilitas Partai Golkar justru naik. "Ibarat pendekar sakti, Airlangga cukup santai saja, Golkar tetap mampu naik elektabilitasnya. Inilah kejelian Airlangga, tidak perlu sok-sokan kelihatan fun demi dianggap lucu," katanya.
Baca juga: Airlangga Hartarto: Buya Syafii Bukan Hanya Negarawan tapi Bapak bagi Rakyat Indonesia
"Tokoh yang dipilih masyarakat berikutnya adalah Andika Perkasa (14,3%), Prabowo Subianto (9,6%). Diikuti Ganjar Pranowo (9,2%), serta Menteri Keuangan Sri Mulyani (5,7%), Anies Baswedan (3,7%), Khofifah Indarparawansa (3,6%), Agus Harimurti Yudhoyono (3,2%), Puan Maharani (2,2%), Ridwan Kamil (1,8%), Muhaimin Iskandar (1,7%), Sandiaga Uno (1,4%), Erick Thohir (0,8%), dan tidak memilih sebanyak (22,9%)," paparnya.
Efek meningkatnya elektabilitas Airlangga dinilai mempunyai andil kuat dalam mengangkat nama Partai Golkar. Sebab hasil survei nasional pemetaan preferensi politik pada masyarakat terhadap parpol jelang Pemilu Serentak 2024, menghasilkan hanya tujuh parpol yang memiliki tingkat elektabilitas berada di atas 4%.
"Jika pemilu digelar hari ini secara rincian elektabilitas dari keenam parpol tersebut adalah Golkar meraih angka 16,9%, PDIP 16,2%, Gerindra 16,1%, NasDem 6,4%, PKS 5,6%, Demokrat 5,2%, dan PKB 4,7%," katanya.
Sementara itu, pengamat politik Ziyad Falahi mengatakan, sosok Airlangga Hartarto bukan tokoh yang latah, sehingga elektabilitas Partai Golkar justru naik. "Ibarat pendekar sakti, Airlangga cukup santai saja, Golkar tetap mampu naik elektabilitasnya. Inilah kejelian Airlangga, tidak perlu sok-sokan kelihatan fun demi dianggap lucu," katanya.
Lihat Juga :