Galang Dana untuk Kegiatan Terorisme Bisa Ditangkap

Rabu, 25 Mei 2022 - 22:45 WIB
loading...
Galang Dana untuk Kegiatan Terorisme Bisa Ditangkap
Jika ada orang yang ikut mengumpulkan dana yang kemudian digunakan untuk kegiatan terorisme, maka yang bersangkutan juga dapat ditangkap. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi menyebut jika ada orang yang ikut mengumpulkan dana yang kemudian digunakan untuk kegiatan terorisme , maka yang bersangkutan dapat ditangkap. Hal itu, menurut Islah, berdasarkan Undang-Undang nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Berdasarkan UU nomor 5 tahun 2018 ya itu bisa ditangkap, sangat bisa ditangkap, karena dia bagian dari jaringan itu," ujar Islah dalam diskusi daring yang digelar Jakarta Journalist Center (JCC) dengan tema 'Menyoal Donatur Terorisme', Jakarta, Rabu (25/5/22).

Baca juga: PPATK Temukan 5.000 Laporan Terkait Aliran Dana Kelompok Terorisme

Dalam diskusi ini turut hadir Koordinator Kelompok Kehumasan PPATK Natsir Kongah dan Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruqutni. Meskipun, lanjut Islah, orang tersebut tidak mengetahui uang tersebut akan dijadikan dana untuk melakukan aksi terorisme.

"Berdasarkan UU nomor 9 tahun 2013, orang yang ikut serta mencari dana juga bisa ditangkap, meskipun dia tidak tahu penggunaan dana itu mengalir ke mana. Dia juga menjadi bagian dari ikut serta," jelasnya.

Bahkan, kata Islah, orang yang membantu teroris dalam pelarian juga dapat dijerat dengan pidana. Namun hal ini jarang dilakukan Densus 88 akhir-akhir ini.



Baca juga: Densus 88 Tangkap 24 Pendukung MIT dan ISIS, Pengamat Intelijen Soroti Pendanaan Teroris

"Misal ada DPO pelarian yang sudah dikejar, ternyata suatu waktu ia kabur ke satu kota dan meminta bantuan temannya untuk mencari rumah kontrakan. Temannya ini nggak tahu temannya ini DPO lalu dicarikan rumah kontrakan, lalu ditangkap. Nah temannya ini seharusnya dapat ditangkap juga," paparnya.

Seperti diketahui, Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang mahsiswa tersangka teroris di Kota Malang, Jawa Timur, inisial IA (22). Ia diduga membantu Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ikut mengumpulkan dana untuk di Indonesia.

Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengimbau masyarakat untuk selektif memberi sumbangan. Sehingga dana sumbangan yang diberi masyarakat tak salah sasaran.

“Kita mengharapkan masyarakat dapat lebih waspada dalam menyalurkan sumbangan-sumbangan ke organisasi atau kelompok yang tidak dikenal,” ujar Aswin.
(thm)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1579 seconds (10.101#12.26)