PKS-Gerindra Minta Menkumham Pindahkan Habib Bahar dari Nusakambangan

Senin, 22 Juni 2020 - 19:12 WIB
loading...
PKS-Gerindra Minta Menkumham...
Pemindahan penahanan Habib Bahar bin Smith ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, menjadi salah isu yang disorot dalam Raker Komisi III DPR dengan Menkumham. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemindahan penahanan terpidana kasus penganiayaan anak Habib Bahar bin Smith ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, menjadi salah isu yang disorot dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly.

(Baca juga: Menkumham Dicecar DPR soal Penangkapan Bahar Smith)

Khususnya, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS dan Fraksi Partai Gerindra yang meminta agar Bahar Smith dipindahkan dari Lapas Nusakambangan ke Lapas sebelumnya. Hal ini disampaikan mereka setelah mendengar penjelasan Yasonna soal pemindahan lokasi penaganan Bahar ke Lapas Nusakambangan.

(Baca juga: Kejagung Tunda Pengumuman Tersangka Baru Kasus Jiwasraya)

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Aboe Bakar Al Habsyi mengatakan, pemindahan lokasi penahanan Bahar ke lokasi penahanan sebelumnya akan memperbaiki nama Yasonna, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) di mata publik.

"Menurut saya tindakan terbaik diumumkan saja ke publik akibat sudah bagus hubungan, sudah ini, sudah bisa menerima, maka dikembalikan beliau ke tempat semula, itu akan lebih baik nama Menkumham, terutama Ditjen PAS. Supaya kesan kita tidak semacam spesial menghadapinya," kata Aboe dalam Raker di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (22/6/2020).

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Habiburokhman meminta Yasonna memikirkan pemindahan Bahar dari Lapas Nusakambangan dalam waktu dekat. Menurutnya, langkah itu perlu dipertimbangkan karena Yasonna menyatakan bahwa komunikasi antara Kemenkumham dengan Bahar sudah berlangsung baik.

"Itu kan (Lapas Nusakambangan) super maksimum security. (Karena) Sudah ada komunikasi bagus, biasanya standarnya narapidana dipidana di tempat terjadinya atau dekat keluarganya, ini saya pikir (pemindahan lokasi penahanan) bisa dipikirkan dalam jangka waktu dekat," ujar Habib.

Kemudian menanggapi itu, Yasonna mengklaim bahwa Bahar meminta agar tetap menjalani penahanan di Lapas Nusakambangan. Menurutnya, hal itu ia ketahui berdasarkan hasil pertemuan antara Dirjen PAS Reynhard Silitonga dengan Bahar beberapa pekan yang lalu.

"Itu yang ditanyakan Dirjen (PAS) kepada beliau. Jadi dia bilang bagaimana Habib begini, begini, begini, bagaimana kalau apa. (Dijawab) Sementara oke saya di sini dulu, kira-kira begitu," klaim politikus PDIP itu.

Namun demikian, menurut Yasonna, pihaknya akan mempertimbangkan terkait pemindahan lokasi penahanan Bahar itu di hari mendatang.

"Memang kita harus akui itu preventif action yang ke sana. Saya pikir seperti yang dikatakan, nanti akan kita dan kalau beliau apa, apa artinya sudah lihat ini sesuatu yang buat beliau nyaman barangkali akan berbeda," ujarnya.

Diketahui, Bahar mendapatkan bebas bersyarat dari Lapas Pondok Rajeg pada 16 Mei 2020. Ia bebas melalui program asimilasi atas hukuman tiga tahun penjara dalam kasus penganiayaan terhadap dua remaja.

Setelah bebas, Bahar langsung menuju kediamannya di Pondok Pesantren Tajul Aliwiyin kawasan Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kedatangan Bahar disambut banyak orang, terutama para santri yang selama ini menuntut ilmu di pondok pesantrennya. Beberapa hari kemudian, Bahar kembali dijebloskan ke penjara.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Gerindra: Diplomasi...
Gerindra: Diplomasi Aktif Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Global
Habiburokhman Kritik...
Habiburokhman Kritik Dino Patti Djalal: Sok Paling Kemlu Sendiri Sedunia
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
Gerindra Sebut Bantuan...
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah, Pernah Dilakukan pada Era Jokowi
Gerindra Harap Lawatan...
Gerindra Harap Lawatan Prabowo ke Prancis Tak Dipolitisasi
Disanksi Imbas Merokok...
Disanksi Imbas Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember: Saya Menyesal, Mohon Maaf
Ketua DPRD Kepri Naik...
Ketua DPRD Kepri Naik Moge Tanpa Helm dan SIM, Majelis Kehormatan Gerindra Beri Teguran Tertulis
Gerindra Panggil Anggota...
Gerindra Panggil Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Bahas Stunting
Rekomendasi
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Cerita El Rumi & Syifa...
Cerita El Rumi & Syifa Hadju Bulan Madu di Italia, Romantis hingga Penuh Kejutan
Berita Terkini
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Polisi Sebut Pelimpahan...
Polisi Sebut Pelimpahan Roy Suryo dan Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
BPIP Umumkan 76 Calon...
BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka 2026 Tingkat Pusat, Ini Nama-namanya
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved