Profil Fahmi Idris, dari Aktivis, Pebisnis, hingga Politisi
Minggu, 22 Mei 2022 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengenal lebih jauh, berikut ini profil Fahmi Idris. Sebelum menempati posisi sebagai menteri, Fahmi Idris dikenal sebagai pengusaha. Semasa mahasiswa, ia adalah seorang aktivis. Di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), ia sempat menjadi Ketua Senat FEUI tahun 1965-1966. Saat itu kondisi Tanah Air terbilang genting karena adanya peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto. Selain itu, Fahmi juga aktif di lembaga ekstra kampus, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Namun, kuliahnya tidak ia rampungkan karena ia memilih terjun ke dunia bisnis. Bersama rekan-rekannya di Eksponen 66, Fahmi Idris mendirikan perusahaan. Ia kemudian bergelut di banyak perusahaan, di antaranya PT Kodel (Kelompok Delapan) yang bergerak di bidang industri, perdagangan, dan investasi. Lelaki kelahiran Jakarta pada 20 September 1943 ini rupanya mewarisi bakat bisnis dari sang ayah yang merupakan pedagang asal Minang, Haji Idris Marah Bagindo.
Kuliah yang sempat ditinggalkan, Fahmi lanjutkan kembali dengan masuk ke program Ekstension FEUI dan berhasil lulus. Fahmi Idris mulai berkiprah di dunia politik pada 1984 dan bergabung dengan Golkar. Kariernya di Golkar terus beranjak naik, hingga pada 1998-2004 Fahmi dipercaya sebagai Ketua DPP Golkar. Pada 1998 itu pula, ayah dua anak ini dilantik sebagai Menteri Tenaga Kerja pada Kabinet Reformasi Pembangunan oleh Presiden BJ Habibie. Jabatan ini hanya diembannya selama setahun.
Baca juga: Fahmi Idris Meninggal, Kepala BNPT sampai Ketua PA 212 Melayat ke Rumah Duka
Pada 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkatnya sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Indonesia Bersatu. Selang satu tahun, yakni 2005-2009, ia dilantik menjadi Menteri Perindustrian pada kabinet yang sama. Setelah itu, Fahmi tidak lagi memiliki jabatan di pemerintahan. Namun ia tetap berkiprah di bidang politik dan bisnis.
Namun, kuliahnya tidak ia rampungkan karena ia memilih terjun ke dunia bisnis. Bersama rekan-rekannya di Eksponen 66, Fahmi Idris mendirikan perusahaan. Ia kemudian bergelut di banyak perusahaan, di antaranya PT Kodel (Kelompok Delapan) yang bergerak di bidang industri, perdagangan, dan investasi. Lelaki kelahiran Jakarta pada 20 September 1943 ini rupanya mewarisi bakat bisnis dari sang ayah yang merupakan pedagang asal Minang, Haji Idris Marah Bagindo.
Kuliah yang sempat ditinggalkan, Fahmi lanjutkan kembali dengan masuk ke program Ekstension FEUI dan berhasil lulus. Fahmi Idris mulai berkiprah di dunia politik pada 1984 dan bergabung dengan Golkar. Kariernya di Golkar terus beranjak naik, hingga pada 1998-2004 Fahmi dipercaya sebagai Ketua DPP Golkar. Pada 1998 itu pula, ayah dua anak ini dilantik sebagai Menteri Tenaga Kerja pada Kabinet Reformasi Pembangunan oleh Presiden BJ Habibie. Jabatan ini hanya diembannya selama setahun.
Baca juga: Fahmi Idris Meninggal, Kepala BNPT sampai Ketua PA 212 Melayat ke Rumah Duka
Pada 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkatnya sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Indonesia Bersatu. Selang satu tahun, yakni 2005-2009, ia dilantik menjadi Menteri Perindustrian pada kabinet yang sama. Setelah itu, Fahmi tidak lagi memiliki jabatan di pemerintahan. Namun ia tetap berkiprah di bidang politik dan bisnis.
(abd)
Lihat Juga :