Anwar Abbas Sebut LGBT Bakal Buat Punah Manusia pada 150 Tahun Mendatang

Sabtu, 21 Mei 2022 - 21:32 WIB
loading...
Anwar Abbas Sebut LGBT...
Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyebut LGBT bakal membuat punah manusia pada 150 tahun yang akan datang. Foto/PWNU
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyebut lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT ) bakal membuat punah manusia pada 150 tahun yang akan datang. Hal ini dikarenakan mustahil bagi laki-laki kawin dengan laki-laki atau perempuan kawin dengan perempuan akan melahirkan anak.

"Jadi kalau penduduk bumi saat ini sekitar 8 miliar bila mereka melakukan perkawinan sejenis. Maka sudah bisa diperkirakan 150 tahun yang akan datang tidak akan ada seorangpun anak manusia di muka bumi ini," ujar Anwar dikutip dalam keterangan resminya, Sabtu (21/5/2022). Baca juga: Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT Bentuk Tindakan Provokatif ke Indonesia

"Jadi praktik LGBT ini merupakan praktik yang anti manusia dan kemanusiaan karena bisa menyebabkan punahnya manusia di atas dunia ini," sambungnya.

Ketua PP Muhammadiyah ini juga turut menanggapi tindakan Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Jakarta yang mengibarkan bendera LGBT. Hal ini dalam rangka memperingati Hari Anti-Homofobia pada 18 Mei 2022. Menurutnya, hal itu sangat tidak menghormati Indonesia.

"Muhammadiyah sangat menyesalkan sikap Kedubes Inggris yang tidak menghormati negara Republik Indonesia dengan mengibarkan bendera LGBT," tegas Anwar.

Anwar mengatakan seharusnya Pemerintah Inggris tahu bahwa bangsa Indonesia memiliki falsafah Pancasila yang sangat menghormati nilai-nilai dari ajaran agama. Menurutnya, tidak ada satupun agama dari 6 agama yang diakui Indonesia mentolerir praktik LGBT, apalagi agama Islam yang merupakan agama mayoritas penduduk Indonesia. Baca juga: Kibarkan Bendera LGBT, Kedubes Inggris Harus Minta Maaf Kepada Umat Muslim Indonesia

"Muhammadiyah melihat praktik LGBT itu bukanlah merupakan hak asasi manusia. Dia merupakan perilaku menyimpang yang bisa diobati dan diluruskan. Oleh karena itu negara harus hadir membantu mereka untuk bisa keluar dari perilaku yang tidak terpuji tersebut," tutup dia.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Awal Ramadan Berbeda,...
Awal Ramadan Berbeda, Anwar Abbas Ingatkan Sikap Toleran Empat Imam Mazhab
Ketua PP Muhammadiyah:...
Ketua PP Muhammadiyah: Tidak Elok Ratusan Ribu Jemaah Haji Dilayani Dua Perusahan
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Israel akan Gelar Acara...
Israel akan Gelar Acara LGBTQ Terbesar di Timur Tengah
Rekomendasi
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved