Ahli Hukum Tata Negara: Indonesia Butuh Reformasi Kedua

Sabtu, 21 Mei 2022 - 16:29 WIB
loading...
Ahli Hukum Tata Negara:...
Ahli Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti menilai Indonesia membutuhkan Reformasi kedua sebagai jalan keluar krisis yang tengah dihadapi Indonesia. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Ahli Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti menilai Indonesia membutuhkan Reformasi kedua. Ia menyampaikannya dalam Peringatan dan Refleksi 24 Tahun Reformasi yang digelar oleh Institut Harkat Negeri dan Bimasena Society, Sabtu (21/5/22).

Bivtri menjelaskan Reformasi nantinya akan menjadi jalan keluar krisis yang tengah dihadapi Indonesia. Salah satu krisis yang ia sebutkan adalah krisis hukum di Indonesia. Baca juga: Peristiwa 21 Mei, Ginandjar Kartasasmita: Reformasi Bukan Sebuah Foto tapi Film

"Misalkan ada menteri yang korupsi, tapi hukumannya diringankan karena ia berjasa sebagai menteri," ujar dia di Bimasena Club, Jakarta, Sabtu (21/5/2022).

Selain itu, Bivitri juga mengingatkan masih banyak krisis yang menunggu dirapikan oleh pergerakan Reformasi. Bukan hanya dari segi ekonomi, tapi juga krisis demokrasi.

Masalah hukum seperti itu menurutnya masih perlu diperbaiki. "Kita punya infrastuktur bagus, tapi secata subtansi kita rapuh luar biasa, dan yang membuat rapuh adalah aktor demokrasi itu sendiri," jelasnya.

Bivitri menegaskan Indonesia masih butuh Reformasi lagi yang lebih nyata. Ia berharap pemerintah dan pejabat-pejabat publik bisa bijak dan tanggap dengan peraturan serta undang-undang. Baca juga: Unik! Massa Demo Peringatan 24 Tahun Reformasi Nyanyikan Lagu Buruh Tani versi Koplo

"Mungkin kalangan kelas menengah tidak terlalu merasakan, tapi dampak krisis ini sangat terasa di kalangan menengah ke bawah. Jika hal ini tidak segera dibenahi, saya tidak yakin kita bisa menjalani 2025," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Cerita Ray Rangkuti...
Cerita Ray Rangkuti Negosiasi dengan Marinir sebelum Menduduki Gedung DPR pada Mei 1998
Prabowo Dapat Laporan...
Prabowo Dapat Laporan Puskesmas di Miangas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto
OJK Kebut Reformasi...
OJK Kebut Reformasi Struktural Pasar Modal, Target Implementasi Rekomendasi MSCI Maret 2026
Emiten Belum Penuhi...
Emiten Belum Penuhi Free Float 15%, OJK Bakal Beri Tanda Khusus
Rekomendasi
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Momen Menarik Presiden...
Momen Menarik Presiden FIFA Masuk Kamar Ganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Berita Terkini
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved