Polemik Investasi Telkom di GOTO

Jum'at, 20 Mei 2022 - 17:34 WIB
loading...
Polemik Investasi Telkom...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didesak melakukan penyelidikan terhadap dua emiten (Telkom dan GOTO), terkait adanya indikasi transaksi material afiliasi dan benturan kepentingan para pemegang saham, (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A A A
INDUSTRI pasar modal sepekan terakhir diramaikan oleh polemik investasi PT Telkom, Tbk. (TLKM) di PT Gojek Tokopedia, Tbk (GOTO) yang merupakan merger dua startup besar Gojek dan Tokopedia. Polemik itu mencuat lantaran ada dugaan konflik kepentingan dalam investasi Telkom di GOTO. Alhasil, sejak sepekan terakhir saham GOTO tersungkur yang membuat para investornya menjerit, meskipun belakangan saham perusahaan itu kembali melejit.

Dugaan konflik kepentingan itu lantaran ada salah satu pemegang saham GOTO yang terafiliasi secara langsung dengan pejabat pemerintah sebagai pemegang keputusan. Telkom melalui anak usahanya yakni Telkomsel menyuntikkan dana ke GOTO senilai Rp6,3 triliun. Lagi-lagi suntkan dana itu dilakukan dengan tak memenuhi kaidah good corporate governance. Meskipun sebagai anak usaha dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) banyak yang menilai, sejatinya Telkomsel perlu menerapkan asas transparansi.

Hingga saat ini, investasi Telkom melalui anak usahanya di GOTO itu masih belum membuahkan hasil. Bahkan, ada potensi kerugian sebesar Rp881 miliar hingga kuartal pertama 2022. Namun, manajemen Telkom berdalih, strategi investasi pada startup yang dilakukan Telkom tidak semata fokus pada peningkatan capital gain saja, tetapi juga dari peluang kolaborasi yang mungkin dilakukan para perusahaan rintisan terhadap berbagai lini bisnis di Telkom Group. Hal ini dilakukan untuk membangun sinergi dalam rangka meningkatkan bisnis dan profitabilitas perusahaan.

Polemik tersebut terus menggelinding seperti bola panas. Para politisi pun memanfaatkan momentum tersebut untuk bersuara lantang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didesak melakukan penyelidikan terhadap dua emiten (Telkom dan Goto), terkait adanya indikasi transaksi material afiliasi dan benturan kepentingan para pemegang saham. Alasannya, setiap aksi korporasi BUMN pada emiten tertentu harus didasarkan pada pertimbangan bisnis dan dampak sosial yang luas dan bisa dipertanggungjawabkan secara akuntabel.

Banyak pihak yang juga mendesak Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk bertindak cepat dan profesional untuk menelaah dan menyelidiki kasus tersebut. Terlebih, masyarakat yang berinvestasi di dua perusahaan tersebut mulai was-was, terutama masyarakat yang trauma dengan kejahatan keuangan bermotif investasi pada korporasi yang memiliki tingkat risiko tinggi.

BUMN harus memiliki kalkulasi bisnis yang presisi dan akurat untuk mendeteksi peluang dan tantangan bisnis ke depan agar segala potensi kerugian atau fraud dapat dicegah. Khususnya dalam memastikan bahwa sebuah entitas bisnis yang hendak dikembangkan oleh BUMN dengan nilai investasi yang fantastis harus terbebas dari risiko conflict of interest yang seringkali merugikan keuangan negara

Bahaya dari adanya konflik kepentingan, tentu akan berisiko bagi bisnis BUMN. Pemeriksaan, penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tersebut tentu saja perlu dilakukan untuk mengakhiri polemik yang terjadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Menelaah di Balik Manuver...
Menelaah di Balik Manuver MSCI
Kejagung Turut Dalami...
Kejagung Turut Dalami Isu Saham Gorengan saat IHSG Anjlok
Polri Usut Dugaan Pidana...
Polri Usut Dugaan Pidana Isu Saham Gorengan saat IHSG Anjlok
Kejagung Sita Dokumen...
Kejagung Sita Dokumen Investasi dari Kantor GoTo
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
Rekomendasi
UNJ Dorong Pendidikan...
UNJ Dorong Pendidikan Inklusif melalui Penguatan Kapasitas Guru di PKBM Ghaisan Cendekia
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved