2 Penyakit Ini Jadi Penyebab Kematian Tertinggi Jamaah Haji Indonesia

Kamis, 19 Mei 2022 - 13:26 WIB
loading...
2 Penyakit Ini Jadi...
Jamaah Indonesia diminta memperhatikan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji 2022. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jamaah Indonesia diminta memperhatikan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji 2022. Sebab, puncak haji tahun ini terjadi pada Juli, saat cuaca di Arab Saudi cukup panas diprediksi mencapai 40 derajat Celcius.

Angka kematian jamaah haji Indonesia terbilang cukup tinggi. Ternyata, ada dua penyebab kematian tertinggi jamaah haji Indonesia.

"Dua penyakit penyebab kematian tertinggi adalah kardiovaskuler dan respiratory disease. Namun ada faktor lain, kelelahan menjadi faktor utama penyebab kematian jamaah," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (19/5/2022).



Menurut catatannya, angka kematian jamaah haji Indonesia dalam 10 tahun terakhir relatif tinggi mencapai 2 per mil atau sekitar 2 kematian per 1.000 jamaah. Dengan kuota jamaah sekitar 220.000 pada 2019, maka sekitar 300-400 jamaah yang meninggal per tahun.

Angka kematian jamaah haji Indonesia lebih tinggi dibandingkan Malaysia yang mencapai 1 per mil dan India 0,3 per mil. Pemerintah menargetkan menurunkan angka kematian jamaah haji menjadi 1 per mil di tahun ini atau sekitar 1 kematian per 1.000 jamaah haji.

Untuk itu, para jamaah haji perlu diedukasi agar tidak memaksakan ibadah yang berlebihan, terutama bagi mereka yang punya komorbid sebelum puncak haji. "Maka saya minta edukasi jamaah kita. Kenapa banyak yang tumbang saat wukuf? Setelah kita gali banyak jamaah sebelum wukuf melakukan aktivitas yang berlebihan," katanya.

Baca juga: Ini Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan Petugas Haji Arab Saudi 2022

Pihaknya meminta khususnya bagi para petugas haji layanan kesehatan untuk mengedepankan fungsi edukasi dan promotif, khususnya kepada jamaah haji yang sudah memiliki komorbid dan masuk sebagai jamaah haji risiko tinggi (risti).

"Dengan begitu kondisi fisik mereka terjaga, sehingga mudah-mudahan kondisi Kesehatan jamaah pun bisa terjaga sampai nanti pulang ke Tanah Air," katanya.

Petugas kesehatan haji telah dibekali dengan Rencana Operasional (Renops) penyelenggaraan kesehatan haji tahun 2022 untuk menjalankan tugas di tanah suci.

Di mana dalam Renops, petugas kesehatan dibagi menjadi tujuh tim, yang terdiri dari Tim Surveilans, Emergency medical team, Tim Promosi Kesehatan, Tim Mobile Bandara, Tim Sanitasi dan Food security, Tim Logistik dan bekal Kesehatan, dan Tim Kantor Kesehatan Haji Indonesia.

Renops merupakan petunjuk bagi petugas dalam bekerja. Setiap tim sudah memiliki tugas, fungsi dan tanggung jawab masing masing, dan keterkaitan antar tim kerja. Sehingga tim dapat bekerja lebih optimal dalam rangka mencapai target tujuan pelayanan kesehatan haji.

"Contoh untuk Renops tim surveilans, day by day harus ada laporan audit kematian mulai dari penyebab dan lain-lain sehingga dapat tergambar dengan baik, terlebih saat mendekati critical period," katanya.

Di tempat yang sama, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo memberikan pesan khusus kepada tim Media Center Haji (MCH) 1443 H/2022 M.

Wibowo meminta tim MCH tidak bosan memberikan informasi edukatif terkait penyelenggaraan ibadah haji kepada jamaah. "Edukasi dan utamakan jamaah. Kita semua adalah petugas," kata Wibowo.

Edukasi ini sangat penting, lanjutnya, karena jamaah Indonesia sangat beragam, baik tingkat usia, pendidikan, bahkan pengalaman bepergian. Kebiasaan mereka juga berbeda-beda.

"Terkait pola makan, misalnya. Dalam kemasan katering akan tertulis batas maksimal waktu makan. Sementara sebagian jamaah ada yang punya kebiasaan menunda waktu makan, sehingga ada potensi katering dikonsumsi di luar jam yang ditentukan. Nah, ini perlu edukasi bersama," ujarnya.

"Atau, ada jamaah yang kurang terbiasa minum, karena beragam sebab. Padahal cuaca panas. Ini juga perlu edukasi agar tidak dehidrasi. Nah informasi yang ditulis tim MCH ini akan dibaca publik, termasuk jamaah atau keluarganya di Tanah Air. Sehingga, mereka bisa saling menginformasikan," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Rekomendasi
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Gol Messi Bawa Argentina...
Gol Messi Bawa Argentina Unggul atas Aljazair di Babak Pertama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Berita Terkini
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Infografis
Ini Penyebab Ikan Arapaima...
Ini Penyebab Ikan Arapaima Dilarang Dipelihara di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved