Politikus PDIP Sebut Foto Erick Thohir di Mesin ATM Tak Langgar Hukum
Rabu, 18 Mei 2022 - 23:24 WIB
loading...
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP Deddy Yevri Hanteru Sitorus menganggap penampilan gambar Menteri BUMN Erick Thohir di sejumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri masih dalam batas kewajaran. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Hanteru Sitorus menganggap penampilan gambar Menteri BUMN Erick Thohir di sejumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) masih dalam batas kewajaran. Sehingga tidak perlu dijadikan polemik berkepanjangan.
“Menurut saya masih dalam batas kewajaran dan etika. Kecuali penampilan gambar Menteri BUMN itu bernuansa kampanye pilpres,” kata Deddy, Rabu (18/5/2022).
Menurutnya, kalau sekadar tampilan gambar pribadi, semua kementerian menaruh foto para menterinya dalam semua materi, wahana maupun media komunikasi publiknya. Hal yang sama juga dilakukan oleh kepala daerah. “Sepanjang tidak ada aturan atau kepatutan yang dilanggar, harusnya bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Batasnya jelas menurut saya, regulasi dan etika atau kepantasan,” ungkap anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Utara tersebut.
Baca juga: Milad ESQ ke-22, Erick Thohir Ungkap tentang Fondasi Bangsa
Deddy memahami kehadiran Erick Thohir yang intens di ruang publik, termasuk media sosial, pasti menyebabkan pro dan kontra. Juga menjadi wajar ketika semua aktivitas itu dikait-kaitkan dengan isu pencalonan pilpres. “Sah-sah saja orang berargumentasi tetapi fundamentalnya adalah apakah ada hukum dan kepatutan yang dilanggar? Itu yang seharusnya jadi perdebatan,” ujar Deddy.
“Menurut saya masih dalam batas kewajaran dan etika. Kecuali penampilan gambar Menteri BUMN itu bernuansa kampanye pilpres,” kata Deddy, Rabu (18/5/2022).
Menurutnya, kalau sekadar tampilan gambar pribadi, semua kementerian menaruh foto para menterinya dalam semua materi, wahana maupun media komunikasi publiknya. Hal yang sama juga dilakukan oleh kepala daerah. “Sepanjang tidak ada aturan atau kepatutan yang dilanggar, harusnya bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Batasnya jelas menurut saya, regulasi dan etika atau kepantasan,” ungkap anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Utara tersebut.
Baca juga: Milad ESQ ke-22, Erick Thohir Ungkap tentang Fondasi Bangsa
Deddy memahami kehadiran Erick Thohir yang intens di ruang publik, termasuk media sosial, pasti menyebabkan pro dan kontra. Juga menjadi wajar ketika semua aktivitas itu dikait-kaitkan dengan isu pencalonan pilpres. “Sah-sah saja orang berargumentasi tetapi fundamentalnya adalah apakah ada hukum dan kepatutan yang dilanggar? Itu yang seharusnya jadi perdebatan,” ujar Deddy.
Lihat Juga :