Jokowi Izinkan Lepas Masker, DPR: Bukti Keberhasilan Gotong Royong Tangani Covid-19

Rabu, 18 Mei 2022 - 17:07 WIB
loading...
Jokowi Izinkan Lepas...
Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan warga tidak menggunakan masker di luar ruangan dinilai sebagai bukti keberhasilan penanganan Covid-19 secara gotong-royong. Foto/MPI/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengizinkan warga tidak menggunakan masker di luar ruangan dinilai sebagai bukti keberhasilan penanganan Covid-19 secara gotong-royong. Kebijakan Jokowi itu pun didukung oleh Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo.

"Apa yang sudah pemerintah buat sebagai hasil kerja sama dan gotong-royong. Setelah kita, pemda, tokoh masyarakat, dan semua pemangku kepentingan bergotong-royong mengendalikan Covid-19," ujar Rahmad Handoyo kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, pelonggaran penggunaan masker adalah keputusan penyesuaian, mengingat kondisi Covid-19 di Indonesia saat ini sangat terkendali. Kementerian Kesehatan mencatat rata-rata tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 nasional sebesar 2% per Kamis 12 Mei 2022.

Baca juga: Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker, IDI Setuju tapi dengan Catatan Ini



Dia yakin bahwa keputusan pemerintah itu berdasarkan masukan, kajian, dan diskusi dengan para ahli serta perbandingan dengan negara lain. Sejauh ini ada 40 negara sudah melonggarkan kebijakan penggunaan masker, bahkan beberapa negara sudah bebas masker. "Ini start kita untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan cara seperti itu," tuturnya.

Dia mengimbau agar kebijakan pelonggaran penggunaan masker dijalankan masyarakat secara bertanggung jawab. Jika memang dalam keadaan sakit atau ramai, masker harus tetap dipakai meski di luar ruangan.

Kemudian, masyarakat juga wajib menggunakan masker saat berada di dalam ruangan, sesuai kebijakan pemerintah. Dia juga mendorong masyarakat tetap mendapatkan vaksin lengkap. "Vaksinasi jadi senjata kita yang cukup efektif untuk melawan Covid-19," imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Luqman Hakim menilai kebijakan pelonggaran penggunaan masker mencerminkan bahwa pemerintah mengendalikan Covid-19 secara terukur, sistematis, dan konsisten. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga sepakat keputusan pemerintah itu sebagai bukti keberhasilan penanganan pandemi berkat peran aktif masyarakat.

"Keputusan ini menunjukkan keberhasilan penanganan Covid-19. Keberhasilan ini juga berkat peran aktif masyarakat yang secara umum mematuhi berbagai kebijakan pengendalian covid-19 yang ditetapkan pemerintah," tutur Luqman.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kebijakan pelonggaran penggunaan masker itu merupakan bagian upaya transisi dari pandemi ke endemi. Pemerintah melakukan upaya transisi secara bertahap dengan memperhatikan imunitas masyarakat terhadap Covid-19, termasuk varian baru Corona BA2.

“Ternyata BA2 itu sudah dominan juga di Indonesia dan di India tetapi berbeda dengan negara-negara lain seperti Cina dan Amerika, kita tidak mengamati adanya kenaikan kasus yang tinggi dengan adanya varian baru. Jadi relatif Indonesia dan India imunitas dari masyarakatnya terhadap varian baru sudah relatif cukup baik,” ujar Budi Gunadi dikutip dari situs setkab.go.id.

Menkes menambahkan, hasil penelitian antibodi tubuh terhadap virus atau Sero survei yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat khususnya di Jawa-Bali jelang mudik Lebaran tahun ini menunjukkan bahwa 99,2 persen telah memiliki antibodi baik yang berasal dari vaksin maupun infeksi Covid-19. Hasil penelitian juga menunjukkan peningkatan kadar atau titer antibodi dibanding survei yang dilakukan pada Desember 2021.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Gus Falah Desak Bandar...
Gus Falah Desak Bandar Judi Berkedok Game Center Ditindak Maksimal Sesuai KUHP Baru
Rekomendasi
Cara Praktis Pemesanan...
Cara Praktis Pemesanan Tiket Pesawat untuk Efisiensi Perjalanan Bisnis
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Berita Terkini
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Infografis
3 Strategi Presiden...
3 Strategi Presiden Jokowi untuk Hidup Bersama Pandemi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved