Profil Lin Che Wei, Pengusaha yang Menjadi Tersangka Baru Kasus Minyak Goreng

Rabu, 18 Mei 2022 - 13:50 WIB
loading...
Profil Lin Che Wei, Pengusaha yang Menjadi Tersangka Baru Kasus Minyak Goreng
Lin Che Wei, pengusaha yang menjadi tersangka baru kasus ekspor minyak goreng. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Lin Che Wei , seorang pengusaha berdarah Tionghoa-Indonesia, menjadi tersangka dalam kasus korupsi minyak goreng. Menurut Kejagung, dia berperan dalam memberikan fasilitas ekspor minyak goreng atau CPO (Crude Palm Oil) dan bekerja sama dengan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardana. Keduanya memberikan kemudahan kepada beberapa perusahaan untuk melakukan ekspor CPO.

Nama Lin Che Wei pun banyak disorot dan dikulik setelah kasus ini terbongkar. Pria bernama lain Weibinanto Halimdjati ini lahir di Bandung, 1 Desember 1968. Dia merupakan sarana ekonomi lulusan Universitas Trisakti Jakarta. Gelar Magister Administrasi Bisnis diperolehnya di Universitas Nasional Singapura. Dengan latar beakang pendidikannya itu, tak mengherankan bila Lin Che Wei sangat piawai sebagai seorang pengusaha.

Baca juga: Kejagung Tetapkan Lin Che Wei Tersangka Kasus Minyak Goreng

Di awal kariernya, Lin bekerja sebagai analis keuangan beberapa perusahaan asing, seperti Sociate Generale dan WI Carr. Satu analisis Lin yang paling terkenal adalah ketika ia membongkar skandal di tubuh Bank Lippo. Hal itu lantas sangat merugikan Lin karena digugat Rp103 miliar oleh Lippo Group.

Lin Che Wei pernah memegang beberapa posisi penting, bahkan dalam ranah pemerintahan sekalipun. Pada tahun 2014, ia dipercaya sebagai tim asistensi (policy advisor) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Selang lima tahun kemudian, ia kembali diangkat menjadi tim asistensi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.





Salah satu proyek yang tak luput dari campur tangan Lin adalah formulasi beberapa kebijakan. Contohnya, pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dan industri biodiesel berbasis kelapa sawit. Ia juga ikut terlibat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di tahun 2017, serta studi dan formulasi kebijakan pemerataan ekonomi sepanjang tahun 2017 hingga 2019.

Melansir iNews.id, Lin rupanya juga berperan dalam verifikasi luas lahan kelapa sawit di Provinsi Riau. Proyek tersebut adalah hasil kerja sama dengan PTPN V dan Dirjen Perkebunan.

Tahun 2008, Lin mendirikan perusahaan riset yang dikelola PT Independent Research Advisory Indonesia. Perusahaan ini memiliki fokus untuk menganalisis kebijakan dan analisis industri. Ia juga pernah menempati posisi sebagai staf khusus Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dan staf khusus Menteri Negara BUMN Sugiharto.
(muh)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1770 seconds (11.210#12.26)