Fahri Hamzah Melihat Perkembangan Islamophobia dari Kasus Ustaz Abdul Somad
Rabu, 18 Mei 2022 - 09:24 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, Singapura memang harus menjelaskan penolakan mereka karena Brunei Darussalam dan Malaysia menerima Ustaz Abdul Somad untuk berceramah. Penjelasan itu penting karena harus menjadi pandangan bersama negara ASEAN.
”Menolak perjalanan pribadi seorang biksu Myanmar atau pendeta Singapura atau Ustadz Indonesia bukanlah sebuah tindak keimigrasian yg beradab. Apalagi jika perjalanan itu murni perjalanan wisata dgn perempuan dan anak bayi dibawah 1 tahun. Ini melanggar nilai2 dasar ASEAN,” tulis Fahri.
Lebih dari itu, Fahri melihat ada hal lain di balik insiden Ustas Abdul Somad di Singapura, yaitu Islamophobia. ”Ada persoalan lain yang nampak dari kasus UAS ini, yaitu berkembangnya Islamophobia tidak saja di beberapa negara tetangga tetapi juga termasuk di dalam negeri. Islamophobia dan berbagai macam kebencian kepada sesama adalah penyakit ummat manusia kita hari ini,” kata dia.
”Itulah sebabnya PBB menetapkan tanggal 15 Maret sebagai hari Internasional melawan Islamophobia. PBB telah mulai melancarkan kampanye global untuk melawan penyakit sosial ini. Kasus UAS ini dapat menjadi pelajaran awal di kawasan ASEAN. Paling tidak di dlm negeri sendiri. Tks,” ujar Fahri mengakhiri twitnya.
”Menolak perjalanan pribadi seorang biksu Myanmar atau pendeta Singapura atau Ustadz Indonesia bukanlah sebuah tindak keimigrasian yg beradab. Apalagi jika perjalanan itu murni perjalanan wisata dgn perempuan dan anak bayi dibawah 1 tahun. Ini melanggar nilai2 dasar ASEAN,” tulis Fahri.
Lebih dari itu, Fahri melihat ada hal lain di balik insiden Ustas Abdul Somad di Singapura, yaitu Islamophobia. ”Ada persoalan lain yang nampak dari kasus UAS ini, yaitu berkembangnya Islamophobia tidak saja di beberapa negara tetangga tetapi juga termasuk di dalam negeri. Islamophobia dan berbagai macam kebencian kepada sesama adalah penyakit ummat manusia kita hari ini,” kata dia.
”Itulah sebabnya PBB menetapkan tanggal 15 Maret sebagai hari Internasional melawan Islamophobia. PBB telah mulai melancarkan kampanye global untuk melawan penyakit sosial ini. Kasus UAS ini dapat menjadi pelajaran awal di kawasan ASEAN. Paling tidak di dlm negeri sendiri. Tks,” ujar Fahri mengakhiri twitnya.
(muh)
Lihat Juga :