Sukses Pimpin BUMN, Erick Thohir Dapat Kartu Hijau dari Cipayung Plus
Senin, 16 Mei 2022 - 16:01 WIB
loading...
Komunitas Cipayung Plus Jawa Timur memberikan Kartu Hijau kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir kembali menyita perhatian. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Banyuwangi, orang nomor satu di Kementerian BUMN tersebut mendapatkan kartu hijau dari para mahasiswa yang tergabung di dalam komunitas Cipayung Plus Jawa Timur (Jatim).
"Kartu hijau ini kami berikan kepada Pak Erick Thohir atas kinerja dan etos kerjanya di Kementerian BUMN," tutur Perwakilan Cipayung Plus Jatim, Nauval Winartono kepada Erick Thohir di atas panggung Audiensi Kebangsaan, Banyuwangi, dalam keterangan yang diterima SINDOnews Senin (16/5/2022).
Nauval juga mengungkapkan berkat kepemimpinan Erick Thohir, BUMN menjelma menjadi sangat berpihak kepada masyarakat. Kehadiran BUMN yang selama ini dirasa semu menjadi lebih berasa karena tangan dingin Anggota Kehormatan Banser tersebut.
Baca juga: Sobat Erick Terus Bergerak Jelang Pilpres 2024, Gelar Senam hingga Mancing Bareng Warga
Apalagi sejak dipimpin Erick Thohir, banyak kasus korupsi di BUMN yang telah terselesaikan. Di antaranya mega skandal Jiwasraya dan Asabri yang telah merugikan negara hampir Rp40 triliun.
"Kartu hijau ini kami berikan kepada Pak Erick Thohir atas kinerja dan etos kerjanya di Kementerian BUMN," tutur Perwakilan Cipayung Plus Jatim, Nauval Winartono kepada Erick Thohir di atas panggung Audiensi Kebangsaan, Banyuwangi, dalam keterangan yang diterima SINDOnews Senin (16/5/2022).
Nauval juga mengungkapkan berkat kepemimpinan Erick Thohir, BUMN menjelma menjadi sangat berpihak kepada masyarakat. Kehadiran BUMN yang selama ini dirasa semu menjadi lebih berasa karena tangan dingin Anggota Kehormatan Banser tersebut.
Baca juga: Sobat Erick Terus Bergerak Jelang Pilpres 2024, Gelar Senam hingga Mancing Bareng Warga
Apalagi sejak dipimpin Erick Thohir, banyak kasus korupsi di BUMN yang telah terselesaikan. Di antaranya mega skandal Jiwasraya dan Asabri yang telah merugikan negara hampir Rp40 triliun.
Lihat Juga :