Jenderal Andika Ingin Mekanisme Perawatan Alutsista Pasukan PBB TNI Dievaluasi

Senin, 16 Mei 2022 - 09:38 WIB
loading...
Jenderal Andika Ingin Mekanisme Perawatan Alutsista Pasukan PBB TNI Dievaluasi
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menggelar telekonferensi dengan para Dansatgas pemeliharaan perdamaian dunia di berbagai negara beberapa waktu lalu. Foto/Tangkapan Layar
A A A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menggelar telekonferensi dengan para Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) pemeliharaan perdamaian dunia di berbagai negara beberapa waktu lalu. Rapat itu ihwal evaluasi pemberian dukungan perawatan alutsista, yang digunakan dalam misi operasi.

Baca juga: TNI AL Prioritaskan Pembelian Alutsista Strategis untuk Percepat Modernisasi

Salah satu persoalan yang dikaporkan kepada Andiaka oleh Dansatgas DPC UNIFIL Lebanon, Letkol Inf Ganjar Wahyutomo yakni, minta dikirimkan suku cadamg Rantis Anoa dari Indonesia. Sebab, sebelum berangkat bertugas beberapa yang dibawa dari Tanah Air.

Baca juga: Prabowo Kunjungi Pameran Alutsista di Riyadh, Netizen: Borong Pak!



Andika juga menerima laporan dari Dansatgas Kizi Monusco Kongo, Letkol Czi Bangun Santoso. Bangun menjelaskan bahwa beberapa bantuan alat berat yang digunakan dalam misi merupakan perbantuan dari Mabes TNI.

Usai mendengar laporan dari para Dansatgas, Jenderal Andika memastikan, akan ada evaluasi terkait mekanisme penyerahan dukungan perawatan alutsista. Hal itu untuk menunjang kelancaran operasi pemeliharaan perdamaian dunia yang dilakukan TNI.

"Ini adalah komunikasi awal kita. Karena saya ingin tahu apa yang sebetulnya dibutuhkan, tetapi juga saya ingin memperbaiki mekanisme dukungan kita dari sini. Karena saya ingin jauh lebih transparan, itu yang lebih penting," ujar Andika dalam Channel YouTube pribadinya, Senin (16/5/2022).

Andika akan mencari vendor atau perusahaan berskala dunia dalam pengadaan suku cadang yang terdekat dari lokasi misi. Menurut dia, cara ini akan berjalan lebih efektif dan meringankan biaya ketimbang harus mengirim dari Indonesia.

"Kalau memang bisa kita nanti temukan vendor di area sana, apakah nanti di Afrika Selatan, mungkin di Lebanon sendiri atau bahkan tempat lain. Itu akan lebih murah dan lebih baik, dibandingkan harus dikirim dari sini ya," jelasnya.

Dirinya pun mengajak seluruh anggotanya untuk saling bekerja sama merubah mekanisme pemberian dukungan tersebut. Agar seluruh prosesnya lebih transparan dan tak meninbulkan masalah di kemudian hari.

"Saya ingin juga rekan-rekan membantu. Sehingga tak ada masalah di kemudian hari karena hubungannya dengan operasional kita. Saya akan berusaha secepat mungkin," tutupnya.
(maf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1824 seconds (11.97#12.26)