Kondisi TKI Masih Memprihatinkan, LaNyalla: Banyak yang Belum Ditemukan
Jum'at, 13 Mei 2022 - 16:01 WIB
loading...
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad saat menyambut Ketua DPD RI AA LaNyalla saat tiba di Madinah. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Menurutnya, sebagian TKI tertimpa masalah bahkan belum ditemukan keberadaannya.
"Berbagai laporan media, termasuk media sosial terhitung tanggal 19 Maret 2021, menyebut ratusan TKI masih belum ditemukan di Arab Saudi karena berbagai alasan," tutur LaNyalla yang sedang kunjungan kerja di Arab Saudi, Jumat (13/5/2022).
Menurut Senator asal Jawa Timur itu, ada dugaan para TKI yang tanpa kabar itu disekap, dianiaya, hingga melarikan diri dari majikan dan menjadi terlantar. "Kondisi tersebut membuat mereka tak dapat pulang ke Indonesia, karena Paspor dan HP mereka ditahan oleh majikan dan gaji mereka pun belum dibayarkan," katanya.
Baca juga: Awali Kunjungan Kerja ke Madinah, Ketua DPD RI Disambut Dubes Aziz
Bahkan, ada ART yang tak dapat lagi dihubungi oleh pihak keluarga selama 10 tahun, dan ada pula yang sudah menghilang lebih dari 20 tahun. "Salah satu contoh adalah Sophia, wanita asal Sukabumi yang hilang selama 11 tahun dan baru ditemukan pada Oktober 2020 karena adanya pencarian melalui Facebook yang digerakkan oleh pihak keluarga dan warga Indonesia di Arab dan yang di Indonesia," katanya.
Baca juga: LaNyalla: Pertumbuhan Tanpa Pemerataan, Bukan Ekonomi Pancasila
LaNyalla mengatakan, sebelumnya Sophia disekap oleh majikan yang melarang dia pulang ke Indonesia meskipun visanya sudah berakhir. "Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) melaporkan ART ini hilang kontak dengan keluarga karena disekap atau kabur dari majikan di tengah pemberlakuan sistem Kafala," ujarnya.
"Berbagai laporan media, termasuk media sosial terhitung tanggal 19 Maret 2021, menyebut ratusan TKI masih belum ditemukan di Arab Saudi karena berbagai alasan," tutur LaNyalla yang sedang kunjungan kerja di Arab Saudi, Jumat (13/5/2022).
Menurut Senator asal Jawa Timur itu, ada dugaan para TKI yang tanpa kabar itu disekap, dianiaya, hingga melarikan diri dari majikan dan menjadi terlantar. "Kondisi tersebut membuat mereka tak dapat pulang ke Indonesia, karena Paspor dan HP mereka ditahan oleh majikan dan gaji mereka pun belum dibayarkan," katanya.
Baca juga: Awali Kunjungan Kerja ke Madinah, Ketua DPD RI Disambut Dubes Aziz
Bahkan, ada ART yang tak dapat lagi dihubungi oleh pihak keluarga selama 10 tahun, dan ada pula yang sudah menghilang lebih dari 20 tahun. "Salah satu contoh adalah Sophia, wanita asal Sukabumi yang hilang selama 11 tahun dan baru ditemukan pada Oktober 2020 karena adanya pencarian melalui Facebook yang digerakkan oleh pihak keluarga dan warga Indonesia di Arab dan yang di Indonesia," katanya.
Baca juga: LaNyalla: Pertumbuhan Tanpa Pemerataan, Bukan Ekonomi Pancasila
LaNyalla mengatakan, sebelumnya Sophia disekap oleh majikan yang melarang dia pulang ke Indonesia meskipun visanya sudah berakhir. "Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) melaporkan ART ini hilang kontak dengan keluarga karena disekap atau kabur dari majikan di tengah pemberlakuan sistem Kafala," ujarnya.
Lihat Juga :