Paradigma Monoloyalitas IDI

Kamis, 12 Mei 2022 - 14:43 WIB
loading...
A A A
Perlukah Dualisme?
Meski pendirian organisasi bebas dilakukan, dualisme organisasi profesi dokter di Indonesia belum diperlukan saat ini.

Pertama, dokter-dokter di Indonesia memiliki tantangan kontemporer dan futuristik yang membutuhkan sinergisme dan penyatuan suara dan sikap (unified voice and action). Tantangan ini sangat kompleks, jelimet dan sensitif. Tantangan kontemporernya meliputi penjagaan standar etika dan profesi, perbaikan kesejahteraan dokter, kecukupan dan distribusi simetris dokter serta penataan hubungan sinergis dan produktif dengan masyarakat dan institusi lain. Pada tatanan futuristik, para dokter perlu memformulasikan kesiapan menghadapi beragam bencana kesehatan, potensi biological weapon and war, penyambutan era 5.0 dengan perangkat artifisial inteligensia dan robotik, internasionalisasi dokter serta eskalasi standar etik. Tantangan kompleks ini tidak bisa diantisipasi bila ada lebih satu organisasi profesi. Dualisme menyebabkan kesulitan-kesulitan membangun kesepahaman terhadap isu krusial. Bahkan dualisme sangat rentan memicu clashes of opinion and action, yang ujung-ujungnya mendegradasi standar dan kualitas layanan kedokteran. Masyarakat dan profesi dokter terugikan.

Kedua, PDSI ingin melakukan reformasi kedokteran Indonesia. Niat ini bagus, namun perlu artikulasi lebih jelas. Reformasi apa yang ingin dilakukan? Apa memang ada kebutuhan mendesak (urgent need) untuk melakukan reformasi dengan membentuk organisasi baru? Mengapa tidak dilakukan dengan kendaraan IDI yang sudah established? Dibanding berbagai organisasi profesi di Indonesia, IDI termasuk top rangking dalam kuantitas dan kualitas kegiatan. Mereka kokoh menjaga marwah, kualitas dan kenetralan. Sampai saat ini tidak ada konflik krusial di IDI. Artinya, IDI on the track. Lantas mengapa perbaikan tidak digaungkan lewat organisasi yang established dan on track? Tidak bisa dipungkiri, IDI memang masih memiliki sejumlah hambatan dan kekurangan. Sebagaimana organisasi lain, ia belum sempurna. Tetapi kendala-kendala ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan komunikasi dan kesepahaman. Bukan dengan memisahkan diri, membuat organisasi baru dan menggaungkan sikap anti-tesa terhadap organisasi yang telah eksis.

Ketiga, PDSI menyatakan telah mengantongi izin Kemenkumham. Info yang beredar, izinnya adalah sebagai organisasi kelompok masyarakat dan bukan kelompok profesi. Artinya, secara legal PDSI bukan representasi dokter. Ini tentu beda dengan IDI yang merupakan organisasi profesi yang memiliki ciri-ciri khusus, yaitu memiliki keahlian (expertise), bertanggungjawab (responsible), kesejawatan (corporateness) dan etik (ethics). Karena izinnya sebagai kelompok masyarakat dan bukan organisasi profesi, sangat tidak tepat bila PDSI ingin mengutak-atik apalagi mereformasi profesi dan aturan kedokteran. Bagaimana bisa kelompok non-profesi mengatur standar-standar profesi? Terlihat bahwa terdapat mismatching antara status kelembagaan dan visi yang diemban oleh PDSI.

Keempat, hampir semua perhimpunan-perhimpunan spesialisasi dan peminatan kedokteran di Indonesia solid mendukung IDI sebagai rumah besar. Tidak ada friksi; satu suara. Mahkamah Konstitusi juga telah memutuskan bahwa IDI adalah satu-satunya organisasi profesi yang diakui oleh pemerintah. Jadi secara de facto dan de jure, IDI adalah satu-satunya rumah besar yang disepakati. Bila ingin berkontribusi, PDSI sebaiknya bisa berinklusi dengan IDI yang hingga kini disepakati sebagai rumah besar oleh para dokter Indonesia. Bukan mengambil sikap antitesa; yang ujung-ujungnya merugikan profesi dan masyarakat. Dunia saat ini membutuhkan kolaborasi dan inklusifme; bukan separasi dan eksklusifme.

Intinya, meski tidak ada larangan mendirikan organisasi baru, nilai kepatutan, ketepatan dan representasi perlu dipertimbangkan saat mendirikan organisasi baru. Sebuah organisasi baru dapat efektif dan bermanfaat bila pendiriannya feasible, kredibel dan representable. Bila tidak, ia hanya akan menjadi organisasi stempelan. Terkait IDI, hingga kini organisasi ini telah menisbahkan dirinya sebagai organisasi yang kredibel, on the track dan didukung ratusan ribu anggota. Dengan kondisi ini, sangat dipertanyakan euforia mendirikan organisasi profesi dokter di negeri ini.

Baca selengkapnya di e-paper koran-sindo.com
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panggil Legislator yang...
Panggil Legislator yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Golkar Siapkan Sanksi
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Dokter Icha Akhiri Hidup...
Dokter Icha Akhiri Hidup usai Diduga Diintimidasi Legislator Daerah, Puan: Penyelidikan Harus Tuntas
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Hadirkan Direktur Kemenkes...
Hadirkan Direktur Kemenkes RI, FK Unair Cetak Multi-Star Doctor Komunikatif
Tips Redakan Nyeri Kepala...
Tips Redakan Nyeri Kepala Nyut-nyutan dari Dokter, Sederhana Pakai Bola Tenis
Sahroni Desak Polda...
Sahroni Desak Polda NTT Tindak Tegas Pelaku Intimidasi yang Diduga Sebabkan Dokter Icha Tewas
Rekomendasi
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
Indonesia Lampaui Target...
Indonesia Lampaui Target di Kejuaraan Tinju Asia U-19 & U-23 2026, Raih 7 Medali
Berita Terkini
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Etik Suryani dan Kepala Dinas PU, Sejumlah Dokumen Disita
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Dekopin Siap Kawal Amanat...
Dekopin Siap Kawal Amanat Presiden Prabowo Jadikan Koperasi Motor Utama Ekonomi Rakyat
9 Jam Diperiksa KPK,...
9 Jam Diperiksa KPK, Bobby Rizaldi Dukung Penegakan Hukum Kasus Muara Enim
Gus Lilur Usulkan Mahfud...
Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved