Setelah Gus Dur, Ini Jejak 4 Tokoh NU di Pilpres

Kamis, 12 Mei 2022 - 11:09 WIB
loading...
Setelah Gus Dur, Ini...
Hasyim Muzadi, Salahuddin Wahid, Maruf Amin, dan Hamzah Haz. Foto/Dok Okezone dan SINDO
A A A
JAKARTA - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ) menjadi Presiden RI pada 1999-2001. Setelah era Gus Dur yang dipilih oleh MPR RI, pemilihan presiden (pilpres) digelar secara langsung alias dipilih oleh rakyat.

Sejak pilpres digelar secara langsung alias dipilih rakyat pada 2004, sebanyak empat tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ikut berkontestasi. Tiga orang bertarung di Pilpres 2004, satu orang lainnya bertarung di Pilpres 2019 .

Pada Pilpres 2004, tiga tokoh NU yang bertarung adalah Hamzah Haz, Salahuddin Wahid, dan Hasyim Muzadi. Pada Pilpres 2009 dan Pilpres 2014 tidak ada tokoh NU yang tampil.

Baca juga: Kangen Humor Gus Dur

Diketahui, Pilpres 2009 diikuti oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, dan Jusuf Kalla-Wiranto. Selanjutnya, Pilpres 2014 hanya diikuti dua pasangan yakni Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Selanjutnya pada Pilpres 2019, tokoh NU kembali tampil. Kali ini, giliran KH Ma'ruf Amin yang digandeng petahana, Joko Widodo (Jokowi).

Berikut ini SINDOnews tampilkan profil singkat dan jejak keempat tokoh NU yang bertarung di pilpres tersebut:

1. Salahuddin Wahid
Salahuddin Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Sholah lahir di Jombang, Jawa Timur, 11 September 1942. Pria yang menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pernah menjadi anggota MPR RI pada 1998-1999.

Ketua PBNU 1999-2004 ini ikut dalam kontestasi Pilpres 2004 sebagai cawapres, mendampingi mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Pasangan ini diusung oleh Partai Golkar.

Pasangan ini mendapat nomor urut 1 pada Pilpres 2004. Mengusung slogan 'Tenang, Aman, dan Sejahtera Bangsaku', pasangan ini terhenti di putaran pertama karena hanya berada di urutan ketiga. Adapun pasangan yang melaju ke putaran kedua adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK) dan Megawati-Hasyim Muzadi. Pilpres 2004 ini dimenangi SBY-JK.

Gus Sholah meninggal dunia pada 2 Februari 2020, setelah mengalami masa kritis usai menjalani bedah jantung. Jenazah Gus Sholah dimakamkan di Kompleks Pemakaman Keluarga Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

2. Ahmad Hasyim Muzadi
Ahmad Hasyim Muzadi atau lebih dikenal dengan nama Hasyim Muzadi lahir di Tuban, Jawa Timur, 8 Agustus 1943. Hasyim pernah menjadi anggota DPRD Kotamadya Malang dan DPRD Jawa Timur.

Ketua Umum PBNU 1999-2004 ini dipinang Megawati Soekarnoputri sebagai cawapres pada Pilpres 2004. Pasangan yang diusulkan PDIP ini memiliki slogan 'Sudah Terbukti dan Sudah Teruji'.

Duet ini mendapat nomor urut 2. Sukses berada di posisi kedua pada putaran pertama dengan 26,2 persen suara, duet Mega-Hasyim akhirnya harus mengakui keunggulan pasangan SBY-JK pada putaran kedua Pilpres 2004. Megawati pun gagal mempertahankan posisinya di kursi RI-1.

Baca juga: 20 September 17 Tahun Lalu: SBY-JK Vs Megawati-Hasyim Muzadi di Putaran Kedua Pilpres 2004

Hasyim Muzadi meninggal dunia pada Kamis, 16 Maret 2017. Jenazahnya dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren Al Hikam Beji, Depok, Jawa Barat.

3. Hamzah Haz
Hamzah Haz lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, 15 Februari 1940. Hamzah merupakan Wapres RI 2001-2004, mendampangi Megawati Soekarnoputri.

Pada Pilpres 2004, Hamzah yang pernah menjadi Wakil Ketua NU Wilayah Kalimantan Barat dan Penasihat Pengurus NU Wilayah Kalimantan Barat, mencoba naik ke posisi RI-1. Hamzah menggandeng Agum Gumelar.

Pasangan yang diusulkan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mendapat nomor urut 5. Mengusung slogan 'Jujur, Tegas, Berwibawa, Percaya, dan Maju', duet ini gagal berbicara banyak di pilpres yang pertama kali digelar langsung tersebut. Hamzah-Agum berada di urutan terakhir setelah hanya meraih 3,01 persen suara.

4. Ma'ruf Amin
Ma'ruf Amin lahir di Tangerang, 11 Maret 1943. Selain dikenal sebagai seorang ulama, Ma'ruf juga berpengalaman di dunia politik.

Dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019, mengejutkan sejumlah kalangan. Sebab, sebelumnya santer tersiar kabar bahwa ada nama lain yang bakal mendampingi Jokowi.

Pilihan Jokowi dan Koalisi Indonesia Maju menempatkan Ma'ruf yang juga pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai cawapres, berbuah positif. Pasangan Jokowi-Ma'ruf menang atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Ditanya Maju Pilpres...
Ditanya Maju Pilpres 2029, Anies: Kita Lihat Nanti
Pribumi Islam Gus Dur,...
Pribumi Islam Gus Dur, Realitas Islam Indonesia
Negosiasi Damai AS-Iran...
Negosiasi Damai AS-Iran Gagal, Ma'ruf Amin: Kita Harus Siap Hadapi Dampak Apa Pun
Bersama Ma’ruf Amin,...
Bersama Ma’ruf Amin, Mardiono Hadiri Silaturahmi Perkumpulan Urang Banten: Jaga Persatuan dan Kontribusi untuk Indonesia
Prabowo Undang Mantan...
Prabowo Undang Mantan Presiden-Wapres ke Istana, Jokowi-Ma’ruf Amin Hadir
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
KH Maruf Amin Jadi Khatib...
KH Maruf Amin Jadi Khatib Salat Idulfitri di Balai Kota Jakarta, Temanya Singgung Merajut Silaturahmi
Pramono dan Rano Salat...
Pramono dan Rano Salat Idulfitri 1447 H di Balai Kota, KH Maruf Amin Jadi Khatibnya
Rekomendasi
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
Berita Terkini
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved