Ketua Adat Anim Ha Dukung Pembentukan Provinsi Papua Selatan
Rabu, 11 Mei 2022 - 12:20 WIB
loading...
Ketua Adat Anim Ha Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Boven Digoel, dan Kabupaten Asmat, Papua, Paskalis Imadawa mendukung Daerah Otonom Baru (DOB) di Provinsi Papua. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
MERAUKE - Ketua Adat Anim Ha Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Boven Digoel, dan Kabupaten Asmat, Papua , Paskalis Imadawa mendukung Daerah Otonom Baru (DOB) di Provinsi Papua.
Dia menyebutkan alasan mendukung DOB Papua Selatan yakni berharap adanya sebuah keadilan dalam pemerataan pembangunan. Baik pembangunan infrastruktur, sarana prasarana maupun pembangunan SDM. Baca juga: DPR Sahkan Usulan 3 DOB Papua, Indonesia Akan Miliki 37 Provinsi
"Jadi kita di Selatan Papua sangat jauh tertinggal dengan mereka yang di sekitar Jayapura dan Pegunungan. Bahkan pegawai-pegawai, pejabat kita tidak ada yang dipromosikan sama sekali ke tingkat Provinsi," ujar dia dalam keteranganya, Kamis (11/5/2022)..
Paskalis menegaskan perjuangan untuk mewujudkan pembentukan DOB Papua Selatan sudah sangat jauh dan tidak ada kata untuk pikir-pikir kembali. Ia menyampaikan dengan jujur, lapang dada, sebagian besar masyarakat Papua ingin secepatnya DOB hadir di Papua.
"Dari sisi SDM khususnya pendidikan, yang menikmati pendidikan dana otsus, pendidikan ke luar negeri ada program 1.000 doktor, itu dicanangkan gubernur. Tapi yang masuk anak anak pegunungan, anak-anak sekitar Jayapura dan anak anak Sorong," jelasnya.
Paskalis membeberkan pembangunan maupun peningkatan kualitas pendidikan di Selatan Papua tidak tersentuh sama sekali. Dia menginginkan agar DOB bisa secepatnya dieksekusi. Dia juga tidak ambil pusing dengan adanya penolakan di Papua Tengah, Pegunungan.
"Silakan mereka tolak tapi kita tidak. Jadi jangan digeneralisir oleh petinggi NKRI orang Papua menolak DOB. Kita mendukung sepenuhnya adanya DOB untuk pemerataan pembangunan," paparnya.
Dia menyebutkan alasan mendukung DOB Papua Selatan yakni berharap adanya sebuah keadilan dalam pemerataan pembangunan. Baik pembangunan infrastruktur, sarana prasarana maupun pembangunan SDM. Baca juga: DPR Sahkan Usulan 3 DOB Papua, Indonesia Akan Miliki 37 Provinsi
"Jadi kita di Selatan Papua sangat jauh tertinggal dengan mereka yang di sekitar Jayapura dan Pegunungan. Bahkan pegawai-pegawai, pejabat kita tidak ada yang dipromosikan sama sekali ke tingkat Provinsi," ujar dia dalam keteranganya, Kamis (11/5/2022)..
Paskalis menegaskan perjuangan untuk mewujudkan pembentukan DOB Papua Selatan sudah sangat jauh dan tidak ada kata untuk pikir-pikir kembali. Ia menyampaikan dengan jujur, lapang dada, sebagian besar masyarakat Papua ingin secepatnya DOB hadir di Papua.
"Dari sisi SDM khususnya pendidikan, yang menikmati pendidikan dana otsus, pendidikan ke luar negeri ada program 1.000 doktor, itu dicanangkan gubernur. Tapi yang masuk anak anak pegunungan, anak-anak sekitar Jayapura dan anak anak Sorong," jelasnya.
Paskalis membeberkan pembangunan maupun peningkatan kualitas pendidikan di Selatan Papua tidak tersentuh sama sekali. Dia menginginkan agar DOB bisa secepatnya dieksekusi. Dia juga tidak ambil pusing dengan adanya penolakan di Papua Tengah, Pegunungan.
"Silakan mereka tolak tapi kita tidak. Jadi jangan digeneralisir oleh petinggi NKRI orang Papua menolak DOB. Kita mendukung sepenuhnya adanya DOB untuk pemerataan pembangunan," paparnya.
Lihat Juga :