Pengamat Curiga Serangan ke Puan untuk Tutupi Kelemahan Ganjar di Jateng
Senin, 09 Mei 2022 - 22:43 WIB
loading...
Pengamat menilai ada politik playing victim untuk mendiskreditkan Ketua DPR Puan Maharani terkait dengan kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Research Oriented Development Analysis (RODA) Institut, Ahmad Rijal Ilyas menilai ada politik playing victim untuk mendiskreditkan Ketua DPR Puan Maharani terkait dengan kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo . Hal itu bisa dilihat dari beredarnya narasi bernada merendahkan masyarakat Jawa Tengah oleh Ketua DPR Puan Maharani saat meresmikan fasilitas air bersih untuk masyarakat Paranggupito, Wonogiri, baru-baru ini.
Padahal, yang dilakukan Puan justru memberikan solusi atas persoalan di Paranggupito, Wonogiri yang puluhan tahun tidak mendapatkan akses air bersih.
"Puan dinarasikan telah melontarkan kalimat bernada menghina masyarakat Jawa Tengah yang hidup di bawah garis kemiskinan. Padahal yang sebenarnya adalah karena perhatian dan memberikan solusi yang tidak berhasil diselesaikan di kepemimpinan Gubernur Ganjar. Ini dalam komunikasi politik adalah upaya mengakihkan kelemahan dengan cara playing victim," kata Rizal, Senin (9/5/2022).
Baca juga: Parpol Penyuplai Jabatan Publik, Puan Nilai Program PCB KPK Sangat Relevan
Menurut Rijal, hal itu mengindikasikan adanya dugaan politik cuci tangan sekaligus mencari kambing hitam politik agar Gubernur Ganjar citranya tetap positif. "Narasi yang berkembang tentu saja harus diklarifikasi kebenarannya. Atau jangan-jangan isu itu disebar oleh pendukung figur yang selama ini mengagungkan citra, yang bertujuan memojokkan dan mendiskreditkan Puan," kata Rijal.
Rijal mengatakan, narasi yang beredar seolah betul-betul keluar dari mulut Puan Maharani. Padahal, jika ditelusuri yang terjadi adalah dari keluhan masyarakat Parabggupito, Wonogiri, kepada Puan, yang kemudian diberikan solusi.
"Makanya cukup mengherankan ketika masif beredar di opini publik yang hal yang sebaliknya. Jika isu yang dibangun adalah kebohongan atau dipelintir, maka dapat diduga ada yang sedang ingin bermain playing victim plus politik cuci tangan atas kegagalan menyejahterakan masyarakat di daerah yang dipimpinnya" ujarnya.
Padahal, yang dilakukan Puan justru memberikan solusi atas persoalan di Paranggupito, Wonogiri yang puluhan tahun tidak mendapatkan akses air bersih.
"Puan dinarasikan telah melontarkan kalimat bernada menghina masyarakat Jawa Tengah yang hidup di bawah garis kemiskinan. Padahal yang sebenarnya adalah karena perhatian dan memberikan solusi yang tidak berhasil diselesaikan di kepemimpinan Gubernur Ganjar. Ini dalam komunikasi politik adalah upaya mengakihkan kelemahan dengan cara playing victim," kata Rizal, Senin (9/5/2022).
Baca juga: Parpol Penyuplai Jabatan Publik, Puan Nilai Program PCB KPK Sangat Relevan
Menurut Rijal, hal itu mengindikasikan adanya dugaan politik cuci tangan sekaligus mencari kambing hitam politik agar Gubernur Ganjar citranya tetap positif. "Narasi yang berkembang tentu saja harus diklarifikasi kebenarannya. Atau jangan-jangan isu itu disebar oleh pendukung figur yang selama ini mengagungkan citra, yang bertujuan memojokkan dan mendiskreditkan Puan," kata Rijal.
Rijal mengatakan, narasi yang beredar seolah betul-betul keluar dari mulut Puan Maharani. Padahal, jika ditelusuri yang terjadi adalah dari keluhan masyarakat Parabggupito, Wonogiri, kepada Puan, yang kemudian diberikan solusi.
"Makanya cukup mengherankan ketika masif beredar di opini publik yang hal yang sebaliknya. Jika isu yang dibangun adalah kebohongan atau dipelintir, maka dapat diduga ada yang sedang ingin bermain playing victim plus politik cuci tangan atas kegagalan menyejahterakan masyarakat di daerah yang dipimpinnya" ujarnya.
Lihat Juga :